Empat Orang Tewas Usai Pesta Miras di Jember, Satu Diduga Anggota TNI
Bacatrend, Jember – Kepolisian Resor Jember, Jawa Timur, tengah menyelidiki kasus meninggalnya empat orang setelah mengikuti pesta minuman keras di Kelurahan Gebang, Kecamatan Patrang, pada Sabtu (27/12). Dari delapan orang yang hadir, empat dinyatakan tewas dan empat lainnya masih menjalani perawatan di rumah sakit.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Jember, AKP Angga Riatma, mengatakan pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan memeriksa sejumlah saksi. “Ada delapan orang yang ikut dalam pesta minuman keras itu. Empat orang dinyatakan meninggal dunia dan sisanya masih dirawat di rumah sakit,” ujarnya.
Informasi dari warga menyebutkan salah satu korban yang meninggal dunia diduga anggota TNI yang bertugas sebagai Bintara Pembina Desa (Babinsa) di Kecamatan Sumbersari. Dugaan ini memperkuat perhatian aparat karena melibatkan unsur militer. “Untuk keterangan awal dari hasil pemeriksaan korban yang sedang dirawat di rumah sakit itu, mereka mengonsumsi minuman jenis arak,” tambah Angga.
Menurut laporan warga sekitar, pesta miras berlangsung di sebuah gazebo di Jalan Bungur, Kelurahan Gebang. Polisi menemukan sejumlah botol minuman di lokasi kejadian yang diduga menjadi sumber konsumsi para korban. Jenazah korban telah dimakamkan di Jember pada Senin (29/12).
Kasus ini menambah daftar panjang tragedi miras oplosan di Jawa Timur. Konsumsi arak yang dicampur bahan berbahaya seperti metanol kerap berujung fatal. Data nasional menunjukkan ratusan korban jiwa setiap tahun akibat minuman keras ilegal, dengan pola berulang: pesta kelompok kecil, konsumsi arak atau campuran, dan korban tewas mendadak.
Polres Jember berkoordinasi dengan pihak TNI untuk memastikan identitas korban yang diduga anggota Babinsa. Aparat juga menegaskan akan menelusuri asal minuman keras tersebut dan menindak tegas pihak yang terbukti mengedarkan. “Kami masih mendalami kasus ini, termasuk memeriksa saksi-saksi dan menunggu hasil laboratorium terkait kandungan minuman yang dikonsumsi,” kata Angga.
Tragedi ini diharapkan menjadi peringatan keras bagi masyarakat tentang bahaya miras oplosan. Aparat kepolisian berkomitmen meningkatkan razia dan pengawasan peredaran minuman keras ilegal di wilayah Jember dan sekitarnya.












Tinggalkan Balasan