Ibu Ini Mengaku Diintimidasi Usai Unggah Menu Rapelan MBG
Bacatrend, Kampar – Seorang ibu di Kabupaten Kampar, Riau, mengaku mendapat intimidasi setelah mengunggah foto menu rapelan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diterima anaknya di sekolah. Ia menyebut anaknya bahkan dikeluarkan dari sekolah sebagai dampak dari unggahan tersebut.
Unggahan tersebut dibagikan melalui akun Facebook miliknya, Nurul Oriana, pada 24 Desember 2025. Dalam foto yang diunggah, tampak tiga wadah mika berisi makanan berupa susu kotak rasa cokelat, kacang goreng, kue, pisang, dan jeruk. Keterangan singkat bertuliskan “Rapelan MBG utk 5hr” menyertai unggahan tersebut.
Setelah unggahan itu viral, Nurul mengaku mendapat tekanan psikologis dari pihak sekolah dan lingkungan sekitar. Ia kemudian meminta perhatian langsung kepada Presiden Prabowo Subianto melalui video yang beredar di media sosial.
Menanggapi hal ini, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan klarifikasi dan tidak menemukan pelanggaran terhadap hak pendidikan anak. “Kami sudah berkomunikasi dengan pihak sekolah dan dinas terkait. Tidak ada pelanggaran terhadap hak anak. Anak tersebut tidak dikeluarkan dari sekolah,” kata Dadan dalam konferensi pers.
BGN menjelaskan bahwa pembagian makanan rapelan dilakukan karena sekolah memasuki masa libur akhir tahun. Paket makanan untuk lima hari diberikan sekaligus agar anak tetap mendapat asupan gizi selama tidak bersekolah.
Kasus ini memicu sorotan publik terhadap pelaksanaan program MBG dan perlakuan terhadap warga yang menyampaikan kritik. Sejumlah aktivis pendidikan meminta pemerintah menjamin perlindungan terhadap hak warga untuk menyampaikan pendapat terkait layanan publik.












Tinggalkan Balasan