Pendemo yang Didakwa Bakar Gedung Grahadi Meninggal Di Tahanan Rutan Medaeng, KontraS Desak Penyelidikan
Bacatrend, Surabaya – Seorang tahanan Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Medaeng Surabaya, Alfarisi bin Rikosen (21), dilaporkan meninggal dunia pada Minggu (30/12/2025) sekitar pukul 06.00 WIB. Kabar tersebut diterima Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Surabaya dari pihak keluarga pada pukul 08.30 WIB.
Koordinator Badan Pekerja KontraS Surabaya, Fatkhul Khoir, menyebut berdasarkan keterangan rekan satu sel, sebelum meninggal Alfarisi sempat mengalami kejang-kejang. Jenazah kemudian dipulangkan ke Sampang, Madura, untuk dimakamkan.
“Selama masa penahanan, KontraS Surabaya mencatat adanya penurunan berat badan Alfarisi yang sangat drastis, diperkirakan mencapai 30 hingga 40 kilogram,” kata Khoir.
Alfarisi ditangkap pada 9 September 2024 dan ditetapkan sebagai terdakwa atas dugaan kepemilikan senjata api, amunisi, atau bahan peledak. Dalam perkara tersebut Alfarisi didakwa sebagai pihak yang terlibat pembakaran gedung negara Grahadi saat melakukan demo pada kerusuhan Agustus lalu.
Perkaranya dijadwalkan memasuki tahap penuntutan pada 5 Januari 2026. Namun, ia meninggal dunia sebelum memperoleh putusan pengadilan.
Khoir menilai kematian Alfarisi menunjukkan buruknya kondisi penahanan di Indonesia dan bertentangan dengan Standar Minimum PBB untuk Perlakuan terhadap Narapidana atau Nelson Mandela Rules.
“Kami mendesak pemerintah Indonesia segera melakukan penyelidikan independen dan menyeluruh atas kematian Alfarisi bin Rikosen, termasuk membuka akses informasi kepada publik dan keluarga korban,” ujarnya.
Kepala Rutan Kelas I Surabaya Medaeng, Tristiantoro Adi Wibowo, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyebut Alfarisi sempat menitipkan pesan kepada rekan satu sel agar dibangunkan untuk Salat Subuh, namun pada pagi harinya mengalami kejang-kejang.
“Sudah diupayakan penanganan di poliklinik kami, tetapi yang bersangkutan meninggal dunia. Diagnosis akhirnya adalah gagal pernapasan,” jelas Tristiantoro.
Tristiantoro menambahkan, dari keterangan keluarga diketahui Alfarisi memiliki riwayat kejang sejak kecil. Ia menyampaikan duka cita atas meninggalnya tahanan tersebut. “Kami menyampaikan duka cita yang mendalam. Kami turut kehilangan seorang aktivis,” pungkasnya.











Tinggalkan Balasan