Tertangkap CCTV, Geng Motor Kasus Pengerusakan Toko Diringkus Polisi
Bacatrend, Sulawesi Selatan – Kepolisian Resor Takalar berhasil mengungkap kasus pengerusakan toko dan penyerangan warga yang terjadi pada 22 Desember 2025. Peristiwa ini sempat menimbulkan keresahan masyarakat karena dilakukan secara berkelompok dengan menggunakan senjata tajam, serta terekam jelas oleh kamera CCTV toko yang menjadi sasaran.
Rekaman CCTV memperlihatkan sembilan pemuda mendatangi sebuah toko di belakang SMAN 3 Takalar pada dini hari. Mereka melakukan pengerusakan terhadap barang dagangan dan menyerang warga sekitar. Aksi brutal tersebut tidak hanya terjadi di satu lokasi, melainkan juga merambah ke beberapa titik lain, termasuk di depan Masjid Kalampa di Jalan Poros Takalar–Makassar serta di jalan cor dekat Kantor KPU Takalar. Kerugian materi dari salah satu toko ditaksir mencapai lebih dari Rp4 juta.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Takalar, Ajun Komisaris Hatta, menyampaikan bahwa pihaknya bergerak cepat setelah menerima laporan dan memeriksa rekaman CCTV. Dari sembilan pelaku yang teridentifikasi, empat orang berhasil ditangkap, masing-masing berinisial A (21), DN (18), AW (18), dan S (19). Sementara itu, dua orang lainnya masih dalam pengejaran dan berstatus buron.
“Empat orang sudah ditangkap, A, DN, AW, dan S. Dua orang masih buron,” ujar Hatta dalam keterangannya. Ia menambahkan bahwa pihak kepolisian terus melakukan pengembangan untuk memburu pelaku lain yang terlibat dalam aksi tersebut.
Kasus ini menyoroti pentingnya peran teknologi pengawasan dalam membantu aparat penegak hukum. Rekaman CCTV menjadi bukti kunci yang mempercepat proses identifikasi dan penangkapan pelaku. Di sisi lain, peristiwa ini juga menimbulkan kekhawatiran masyarakat karena terjadi di dekat fasilitas publik seperti sekolah dan masjid, sehingga menimbulkan rasa tidak aman di lingkungan sekitar.
Aksi pengerusakan dan penyerangan ini menunjukkan adanya potensi kriminalitas kelompok yang terorganisir di daerah. Aparat kepolisian menegaskan komitmennya untuk menuntaskan kasus ini dan memastikan keamanan warga Takalar. Penangkapan empat pelaku menjadi langkah awal, namun pengejaran terhadap pelaku lain masih terus dilakukan.
Dengan terungkapnya kasus ini, masyarakat diharapkan tetap waspada dan mendukung upaya aparat dalam menjaga ketertiban. Peristiwa di Takalar menjadi pengingat bahwa keamanan publik membutuhkan sinergi antara warga, aparat, dan teknologi pengawasan.












Tinggalkan Balasan