Bacatrend, Jakarta – Keputusan mengejutkan datang dari Real Madrid pada Selasa (13/1/2026) waktu setempat. Klub raksasa Spanyol itu secara resmi mengumumkan pemecatan Xabi Alonso dari jabatan pelatih tim utama, hanya sehari setelah kekalahan 2-3 dari Barcelona dalam final Piala Super Spanyol di Arab Saudi.

Meski dalam pernyataan resminya Madrid menyebut perpisahan ini sebagai “kesepakatan bersama”, sejumlah media Spanyol menilai langkah tersebut sebagai bentuk ketidakpuasan manajemen terhadap performa Alonso selama delapan bulan terakhir. Kekalahan dari rival abadi Barcelona menjadi titik balik yang mempercepat keputusan tersebut.

Xabi Alonso, yang sebelumnya sukses bersama Bayer Leverkusen, gagal mengulangi performa impresifnya di Bernabéu. Di bawah kepemimpinannya, Madrid mengalami inkonsistensi taktik, kehilangan momentum di La Liga, dan tersingkir lebih awal dari Copa del Rey. Meski sempat menunjukkan potensi dalam fase grup Liga Champions, tekanan internal dan ekspektasi tinggi membuat posisinya tak lagi aman.

Sebagai pengganti, Real Madrid menunjuk Alvaro Arbeloa, mantan bek kanan Los Blancos yang sejak 2020 meniti karier kepelatihan di akademi klub. Arbeloa terakhir menjabat sebagai pelatih Real Madrid Castilla sejak Juni 2025, dan dikenal memiliki pendekatan taktis yang disiplin serta kedekatan emosional dengan filosofi klub.









Promosi Arbeloa dinilai sebagai langkah strategis untuk mengembalikan stabilitas ruang ganti dan memperkuat identitas klub. Ia dianggap mampu menjembatani generasi muda dengan pemain senior, serta memahami tekanan internal Bernabéu sebagai eks pemain yang pernah meraih dua gelar Liga Champions bersama Madrid.

Dalam pernyataan resminya, klub menyebut Arbeloa sebagai “representasi nilai-nilai Real Madrid” dan berharap ia mampu membawa tim kembali ke jalur kemenangan. Penunjukan ini juga menandai tren regenerasi pelatih dari internal akademi, menyusul jejak sukses Zinedine Zidane dan Santiago Solari di masa lalu.

Dengan sisa musim yang masih panjang, tantangan besar menanti Arbeloa: memperbaiki posisi di La Liga, menjaga peluang di Liga Champions, dan membangun kembali kepercayaan publik Madridista.