Bacatrend, Jakarta – Harga emas batangan di Indonesia kembali mencatatkan kenaikan signifikan pada Rabu, 14 Januari 2026. Emas Antam naik Rp13.000 dibanding hari sebelumnya, kini dijual seharga Rp2.665.000 per gram. Lonjakan ini memperpanjang tren penguatan yang telah berlangsung sejak awal tahun, di tengah gejolak ekonomi global dan pelemahan nilai tukar Rupiah.

Kenaikan harga tidak hanya terjadi pada produk Antam. Emas UBS juga mengalami kenaikan Rp11.000, sementara Galeri24 mencatat lonjakan lebih tinggi sebesar Rp15.000 per gram. Ketiga merek emas tersebut menunjukkan konsistensi dalam tren naik, mencerminkan respons pasar terhadap tekanan eksternal dan meningkatnya permintaan domestik.

Di pasar internasional, harga emas spot sempat menyentuh level US$4.620 per troy ons sebelum terkoreksi ke kisaran US$4.585. Ketegangan geopolitik, terutama kebijakan tarif baru Amerika Serikat terhadap negara-negara yang bertransaksi dengan Iran, serta ancaman investigasi terhadap Ketua The Fed Jerome Powell, mendorong investor global beralih ke aset safe haven seperti emas. Di sisi lain, pelemahan Rupiah yang ditutup di level Rp16.877 per dolar AS turut memperkuat harga emas dalam denominasi lokal.

Analis komoditas menilai bahwa tren ini masih berpotensi berlanjut. Dengan inflasi global yang belum sepenuhnya terkendali dan ketidakpastian arah kebijakan moneter AS, emas tetap menjadi instrumen lindung nilai yang menarik. Di dalam negeri, permintaan emas juga meningkat, baik sebagai investasi maupun sebagai bentuk proteksi terhadap fluktuasi nilai tukar.









Secara teknikal, harga emas Antam kini mendekati level resisten di Rp2.850.000 per gram. Jika tekanan global berlanjut dan Rupiah tidak menunjukkan penguatan, harga bisa menembus Rp3.100.000 dalam beberapa pekan ke depan. Namun, potensi koreksi tetap terbuka, dengan support di kisaran Rp2.620.000 hingga Rp2.580.000.

Kenaikan harga emas ini menjadi sinyal penting bagi investor ritel maupun institusi untuk meninjau kembali strategi portofolio mereka. Di tengah ketidakpastian global, emas kembali menunjukkan perannya sebagai aset pelindung nilai yang tangguh.