Bacatrend, Jakarta – Harga emas batangan Antam kembali mencatat kenaikan signifikan pada Kamis, 15 Januari 2026, dengan lonjakan sebesar Rp10.000 sehingga kini berada di level Rp2.675.000 per gram. Kenaikan ini memperkuat tren positif yang telah berlangsung sejak awal tahun, menjadikan Antam sebagai salah satu instrumen investasi paling stabil dan diminati di pasar logam mulia. Pergerakan harga emas Antam yang konsisten ini bahkan disebut “ngacir” oleh pelaku pasar karena terus menanjak di tengah fluktuasi global dan tekanan nilai tukar rupiah.

Sementara itu, harga emas UBS juga mengalami kenaikan lebih tinggi secara nominal, yakni Rp25.000, dan kini berada di angka Rp2.752.000 per gram. Meski secara harga UBS lebih tinggi, pergerakannya cenderung fluktuatif dan dipengaruhi oleh dinamika pasar internasional serta permintaan lokal yang variatif. Di sisi lain, Galeri24 mencatat kenaikan Rp16.000 menjadi Rp2.692.000 per gram, tetap menunjukkan tren positif namun masih berada di bawah harga UBS dan Antam.

Lonjakan harga emas ini dipicu oleh beberapa faktor eksternal, termasuk ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga Amerika Serikat, ketegangan geopolitik di Timur Tengah, serta pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Kombinasi faktor-faktor tersebut mendorong investor untuk kembali melirik emas sebagai aset lindung nilai yang aman. Selain itu, menjelang momen Tahun Baru Imlek, permintaan emas cenderung meningkat, terutama di pasar Asia, yang turut mendorong harga naik.

Kenaikan harga emas Antam juga mencerminkan kepercayaan investor terhadap produk logam mulia milik PT Aneka Tambang tersebut, yang dikenal memiliki tingkat likuiditas tinggi dan sertifikasi internasional. Di tengah persaingan dengan UBS dan Galeri24, Antam tetap menjadi pilihan utama bagi investor jangka panjang yang mengutamakan stabilitas dan kemudahan transaksi.









Dengan tren ini, pelaku pasar memperkirakan harga emas masih akan bergerak naik dalam beberapa pekan ke depan. Investor disarankan untuk memantau pergerakan harga secara berkala dan mempertimbangkan momentum pembelian sebelum harga kembali melonjak. Emas Antam yang “ngacir” ke angka Rp2.675.000 menjadi sinyal kuat bahwa logam mulia tetap menjadi primadona di tengah ketidakpastian ekonomi global.