Bacatrend, Magelang – Syafiq Ridhan Ali Razan, pendaki berusia 18 tahun asal Magelang, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah 19 hari hilang di Gunung Slamet, Jawa Tengah.

Jasadnya ditemukan di lereng sisi selatan, tepatnya di antara jalur Gunung Malang dan Baturraden, lokasi yang dikenal ekstrem dan jarang dilalui pendaki.

Syafiq dilaporkan hilang sejak 27 Desember 2025 saat melakukan pendakian bersama rekannya, Himawan Choidar Bahran, melalui jalur Dipajaya Clekatakan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang.

Kabar penemuan jasad Syafiq juga telah dikonfirmasi oleh beberapa komunitas pendaki gunung, termasuk Mountnesia. “Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Telah ditemukan Syafiq Ridhan Ali Razan di lereng puncak sisi selatan, tepatnya di antara jalur Gunung Malang dan Baturraden, dalam kondisi meninggal dunia (MD). Saat ini proses evakuasi masih terus berlangsung,” tulis akun @Mountnesia.









Himawan berhasil ditemukan selamat pada 30 Desember, sementara Syafiq tidak kembali hingga pencarian panjang dilakukan.

Menurut keterangan Himawan, Syafiq sempat mengalami kram sehingga tidak dapat melanjutkan perjalanan dan akhirnya tersesat. Setelah hampir dua pekan pencarian, tim gabungan berhasil menemukan jasadnya.

Proses evakuasi dari lokasi penemuan ke Basecamp Dipajaya berlangsung lama karena medan berat dan cuaca ekstrem.

Tragedi ini menjadi pengingat keras bagi dunia pendakian bahwa Gunung Slamet, dengan ketinggian 3.428 mdpl, memiliki cuaca yang sulit diprediksi dan medan berbahaya. Kasus Syafiq menegaskan pentingnya kesiapan fisik, mental, serta koordinasi dengan basecamp sebelum melakukan pendakian.