Bacatrend, Pangkep — Tim SAR gabungan menemukan sejumlah barang milik kru dan penumpang pesawat Indonesia Air Transport yang mengalami kecelakaan di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Temuan tersebut diperoleh dari hasil penyisiran intensif di jalur ekstrem antara puncak gunung dan Pos 9 pendakian.

Kepala Basarnas Kelas A Makassar selaku SAR Mission Coordinator (SMC), Muhammad Arif Anwar, mengungkapkan bahwa barang-barang yang ditemukan mencakup dokumen pribadi, dompet, buku catatan, dan barang elektronik milik korban. Di antara barang tersebut, dompet milik dua korban yang teridentifikasi sebagai Hariadi dan Fery Irawan turut ditemukan.

“Tim SAR gabungan menemukan berbagai barang yang diduga milik korban, mulai dari dokumen pribadi, dompet, buku catatan, hingga barang elektronik. Selain itu, juga ditemukan beberapa bagian dari pesawat seperti pelampung dan fire signal, di sekitar bagian kepala pesawat,” ujar Arif.

Kecelakaan pesawat Indonesia Air Transport jenis ATR 42-500 terjadi pada Jumat, 17 Januari 2026, saat pesawat dalam misi pengawasan laut dari Yogyakarta menuju Makassar. Pesawat dilaporkan hilang kontak sekitar pukul 13.37 WITA, hanya 20 kilometer dari Bandara Sultan Hasanuddin. Seluruh 10 orang di dalam pesawat, terdiri dari tujuh kru dan tiga penumpang, dinyatakan tewas.









Tim SAR menghadapi medan yang sangat sulit dalam proses evakuasi, mengingat lokasi jatuhnya pesawat berada di jalur pendakian yang curam dan berbatu. Proses pencarian dilakukan dengan kombinasi tim darat dan udara, serta melibatkan personel dari Basarnas, TNI, Polri, dan relawan lokal.

Penyelidikan awal mengarah pada kemungkinan kecelakaan kategori Controlled Flight Into Terrain (CFIT), yaitu kondisi di mana pesawat dalam kendali penuh namun menabrak medan tinggi akibat gangguan navigasi atau cuaca buruk. Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) telah mengirim tim investigasi untuk menelusuri penyebab teknis dan operasional kecelakaan.

Sementara itu, proses identifikasi korban dan pengumpulan komponen pesawat masih berlangsung. Tim forensik dan penyidik berharap temuan barang-barang pribadi dapat mempercepat proses identifikasi dan rekonstruksi kejadian.