Bacatrend, Pangkep – Tim Search and Rescue (SAR) gabungan yang terdiri dari prajurit TNI bersama Basarnas dan aparat terkait berhasil menemukan enam korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.

Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI Brigjen TNI Aulia Dwi Nasrullah menjelaskan, penemuan korban merupakan hasil pencarian intensif yang dilakukan sejak pesawat dilaporkan hilang kontak pada Sabtu (17/1). “Penemuan tersebut merupakan hasil operasi pencarian pada hari keenam yang dilaksanakan di wilayah pegunungan dengan tingkat kesulitan tinggi,” ujarnya di Jakarta, Jumat (23/1).

Medan Pencarian Ekstrem
Menurut Aulia, tim SAR menghadapi tantangan besar berupa medan terjal, lereng curam, permukaan licin, serta kondisi cuaca yang tidak menentu. Hal ini menuntut ketelitian, stamina, dan koordinasi intensif di lapangan. Penyisiran dilakukan secara berulang di titik-titik yang sebelumnya telah ditemukan tanda-tanda keberadaan korban maupun puing pesawat.

Lokasi Penemuan
Enam korban ditemukan dalam kondisi jenazah yang tersebar dalam radius sekitar 50 meter dari titik temuan awal, berada di kedalaman kurang lebih 250 meter dari puncak Gunung Bulusaraung. Seluruh jenazah kemudian dievakuasi menuju posko identifikasi untuk proses lebih lanjut.









Latar Belakang Kecelakaan
Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport yang disewa Kementerian Kelautan dan Perikanan dilaporkan hilang kontak saat melintas di wilayah Sulawesi Selatan. Pesawat tersebut membawa awak dan penumpang dalam penerbangan menuju Makassar.

Langkah Lanjutan
Tim SAR gabungan masih melanjutkan pencarian terhadap korban lainnya serta berupaya menemukan bagian pesawat yang dapat membantu proses investigasi. Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dijadwalkan melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap temuan di lokasi untuk mengungkap penyebab kecelakaan.