Bacatrend, Jakarta – Barcelona memastikan langkah mulus ke babak 16 besar Liga Champions 2025/26 setelah menundukkan FC Copenhagen dengan skor meyakinkan 4-1 pada matchday terakhir fase liga di Stadion Camp Nou, Kamis dini hari WIB. Kemenangan ini bukan hanya menegaskan dominasi Blaugrana di hadapan publik sendiri, tetapi juga memperlihatkan mentalitas juara yang mampu bangkit dari situasi sulit.

Pertandingan sempat berjalan menegangkan ketika Barcelona harus tertinggal lebih dulu. Kesalahan fatal Jules Kounde di lini tengah dimanfaatkan dengan baik oleh Viktor Dadason. Penyerang Copenhagen itu berhasil lolos ke kotak penalti dan melepaskan tembakan keras yang tak mampu dibendung kiper Joan Garcia. Gol cepat tersebut membuat Camp Nou sempat terdiam, sementara tim tamu terlihat percaya diri untuk menekan.

Namun, Barcelona tidak membutuhkan waktu lama untuk merespons. Intensitas serangan mereka meningkat drastis setelah kebobolan. Robert Lewandowski menjadi sosok yang paling berbahaya di lini depan. Pada menit ke-15, ia hampir menyamakan kedudukan lewat sepakan keras, tetapi kiper Dominik Kotarski tampil gemilang dengan penyelamatan krusial. Meski demikian, Lewandowski akhirnya berhasil mencetak gol penyama kedudukan sebelum turun minum, yang sekaligus mengangkat moral tim.

Memasuki babak kedua, Barcelona tampil jauh lebih dominan. Lamine Yamal, wonderkid yang terus mencuri perhatian musim ini, mencetak gol indah yang membalikkan keadaan. Gol tersebut menjadi titik balik pertandingan, membuat Barcelona semakin percaya diri. Tak lama berselang, Raphinha menambah keunggulan lewat serangan balik cepat yang memanfaatkan kelengahan lini pertahanan Copenhagen. Marcus Rashford, yang masuk sebagai pemain pengganti, menutup pesta gol dengan finishing klinis, memastikan skor akhir 4-1 untuk tuan rumah.









Dengan hasil ini, Barcelona mengakhiri fase liga di peringkat kelima dengan koleksi 16 poin. Posisi tersebut cukup untuk mengantarkan mereka lolos langsung ke babak 16 besar tanpa harus melalui play-off. Sebaliknya, Copenhagen harus puas berada di posisi ke-31 dengan delapan poin, yang berarti mereka tersingkir dari kompetisi.

Kemenangan ini memperlihatkan fleksibilitas taktik Xavi Hernandez. Setelah kebobolan, ia mendorong lini tengah lebih agresif dengan Frenkie de Jong sebagai pengatur tempo. Pergantian Rashford juga terbukti efektif, memberikan kecepatan dan penetrasi yang membuat pertahanan Copenhagen kewalahan. Meski sempat unggul lebih dulu, tim tamu tidak mampu menahan variasi serangan Barcelona dari sayap maupun lini tengah.

Secara keseluruhan, laga ini menjadi bukti bahwa Barcelona memiliki kombinasi sempurna antara pengalaman dan talenta muda. Lewandowski dengan ketajamannya, Yamal dengan kreativitasnya, serta Rashford dengan kecepatan dan determinasi, semuanya berpadu untuk menghasilkan kemenangan penting. Mentalitas comeback yang ditunjukkan Barcelona juga menjadi modal berharga menghadapi fase gugur yang lebih menantang.