Bacatrend, Ponorogo – Di Desa Temon, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, berdiri sebuah rumah sederhana yang menyimpan kisah paling ganjil sekaligus tragis. Di balik pintu kayu tua, seorang pria bernama Sukirno—akrab disapa Kirno—telah menjalani hidup yang nyaris tak masuk akal: dua puluh tahun terkurung dalam sangkar besi sempit, digantung agar tubuhnya tak menyentuh tanah.

Keluarganya percaya Kirno bukan sekadar orang dengan gangguan jiwa. Ia diyakini menguasai ilmu Rawa Rontek, ajian legendaris Jawa yang konon membuat manusia tak bisa mati selama tubuhnya tidak jatuh ke tanah. Maka kurungan itu bukan hanya penjara, melainkan “penjaga hidup”—cara mistis agar Kirno tetap terkendali dan tidak menimbulkan malapetaka.

Bayangkan, dua dekade lamanya ia hidup dalam kurungan besi yang berderit setiap kali digoyang angin. Siang berganti malam, musim berganti musim, Kirno tetap di sana, tatapannya kosong, tubuhnya terpenjara oleh keyakinan yang lebih kuat daripada logika.

Kisah ini adalah potret benturan antara dunia mistik dan dunia medis. Di satu sisi, keluarga merasa melindungi diri dari kekuatan tak kasat mata. Di sisi lain, praktik pemasungan jelas melanggar hak asasi manusia. Kirno menjadi simbol tragis bagaimana stigma terhadap ODGJ masih begitu kuat di pedesaan: mereka bukan hanya dianggap sakit, tetapi juga dikaitkan dengan kekuatan mistis, sehingga penanganannya jauh dari manusiawi.









Ketika kisah ini akhirnya mencuat ke media sosial, publik pun terhenyak. Bagaimana mungkin di era modern masih ada manusia yang hidup dalam sangkar besi demi mitos kebal? Pemerintah daerah dan aktivis kesehatan mental segera turun tangan, mendesak agar Kirno dibebaskan dan mendapat perawatan medis yang layak.

Kirno adalah manusia yang terjebak di antara dua dunia: dunia nyata yang menuntut perawatan, dan dunia mistis yang menolak kematian. Dua puluh tahun dalam sangkar besi di rumahnya di Desa Temon, Sawoo, Ponorogo adalah bukti betapa mitos bisa lebih kuat daripada logika, dan betapa stigma bisa lebih kejam daripada penyakit itu sendiri.