Bacatrend, Sukoharjo – Sebuah kisah yang lebih mirip adegan film thriller ketimbang rutinitas belanja online dialami Sakinah Al Janah (15), remaja yatim dari Desa Kepuh, Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo. Senin sore yang seharusnya biasa saja berubah jadi momen menegangkan ketika paket karpet yang ia terima menyimpan “kejutan” tak terduga: seekor anak ular kobra.

Awalnya, semua tampak normal. Sakinah membuka paket dengan penuh antusias, menarik karpet panjang dari plastik pembungkus yang sudah dalam kondisi terbuka. Tak ada tanda-tanda bahaya.

Karpet keluar mulus, plastik dibuang ke tempat sampah, dan suasana rumah tetap tenang. Namun, dalam hitungan detik, ketenangan itu pecah. Dari balik plastik yang sudah tergeletak, muncul sosok mungil namun mematikan: ular kobra kecil yang langsung melompat dan menggigit tangan kiri Sakinah di bawah siku.

“Kejadiannya cepat sekali, ular itu langsung menggigit tangan adik saya,” tutur sang kakak, Devia Khaerunnisa, masih diliputi keterkejutan.









Tak ada yang tahu dari mana ular itu berasal—apakah ikut terbawa dari penjual atau menyelinap saat proses pengiriman. Yang jelas, plastik paket memang sudah terbuka saat diterima.

Komunitas reptil yang dimintai pendapat menduga hewan itu adalah anak kobra, meski belum bisa dipastikan apakah jenisnya king kobra atau kobra Jawa.

Fakta bahwa seekor ular berbisa bisa muncul dari paket belanja online membuat publik bergidik. Media sosial pun ramai, menjadikan insiden ini viral dan memicu kekhawatiran soal keamanan pengiriman barang.

Bagi Sakinah, pengalaman ini bukan sekadar cerita horor belanja daring, melainkan peristiwa nyata yang meninggalkan luka fisik dan trauma. Bagi publik, ini menjadi pengingat bahwa di balik kenyamanan belanja online, bisa saja tersimpan kejutan yang tak pernah terbayangkan.