Harga Emas Anjlok, Selamat Datang Para Sangkuters!
Bacatrend, Jakarta – Harga emas di Indonesia kembali mengalami penurunan tajam pada awal Februari 2026. Setelah sempat mencetak rekor di atas Rp3,2 juta per gram pada akhir Januari, kini harga emas di Pegadaian maupun Butik Emas kompak merosot.
Kondisi ini menandai tren pelemahan beruntun yang memicu kekhawatiran sekaligus peluang bagi investor ritel. Dan yang terlanjur membeli harga atas, maka bisa dipastikan menjadi sangkuters alias harga nyangkut diatas.
Penurunan paling mencolok terlihat pada data Sahabat Pegadaian. Pada 31 Januari 2026, harga emas Galeri24 masih berada di Rp3.171.000 per gram, sementara UBS di Rp3.186.000 per gram. Namun sehari kemudian, 1 Februari 2026, harga Galeri24 langsung jatuh ke Rp2.981.000 per gram dan UBS ke Rp2.996.000 per gram. Koreksi hampir Rp200 ribu dalam sehari ini menjadi alarm bagi pelaku pasar.
Sementara itu, Butik Emas ANTAM juga menunjukkan tren serupa. Pada 31 Januari 2026, harga emas batangan 1 gram tercatat Rp2.860.000, sedangkan pecahan 0,5 gram dijual Rp1.480.000. Untuk pecahan lebih besar, seperti 10 gram, harganya mencapai Rp28.150.000. Meski tidak sedrastis Pegadaian, penurunan tetap terasa signifikan dibanding pekan sebelumnya.
Tren nasional pun sejalan. Data GoldRate per 1 Februari 2026 menunjukkan harga emas 24 karat berada di Rp2.638.711 per gram, turun sekitar 8,36 persen dibanding hari sebelumnya. Emas 22 karat tercatat Rp2.418.818 per gram, sementara 18 karat berada di Rp1.979.033 per gram. Angka ini menegaskan bahwa pelemahan emas tidak hanya terjadi di level ritel, tetapi juga di pasar global.
Faktor utama yang mendorong penurunan harga emas adalah penguatan dolar AS dan ekspektasi suku bunga tinggi dari bank sentral Amerika. Kondisi ini membuat investor global beralih ke aset lain yang dianggap lebih menguntungkan, sehingga menekan harga emas dunia. Dampaknya langsung terasa di pasar domestik, dengan harga emas batangan ikut terkoreksi.
Bagi masyarakat, penurunan harga emas di bawah Rp3 juta per gram bisa dibaca sebagai peluang membeli di harga rendah. Namun, volatilitas pasar masih tinggi sehingga investor perlu berhati-hati. Momentum ini bisa menjadi kesempatan akumulasi bagi mereka yang percaya pada emas sebagai aset lindung nilai jangka panjang.











Tinggalkan Balasan