Bacatrend, Jakarta – Harga emas di pasar domestik menunjukkan pergerakan naik-turun yang cukup tajam sepanjang pekan pertama Februari 2026. Data perdagangan mencatat harga emas batangan sempat menembus Rp2,68 juta per gram pada pertengahan pekan, sebelum terkoreksi dan kembali menguat menjelang akhir pekan.

Awal pekan, Senin (2/2), harga emas masih relatif stabil di kisaran Rp2,51 juta per gram. Namun pada Selasa (3/2) dan Rabu (4/2), harga melonjak signifikan hingga mencapai Rp2,68 juta per gram. Lonjakan ini dipicu oleh pelemahan dolar AS dan meningkatnya permintaan aset safe haven di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Koreksi terjadi pada Kamis (5/2), ketika harga turun tajam ke level Rp2,59 juta per gram. Analis menilai aksi ambil untung (profit-taking) investor menjadi faktor utama penurunan tersebut. Namun sehari kemudian, Jumat (6/2), harga kembali rebound ke Rp2,68 juta per gram.

Di pasar ritel, khususnya emas perhiasan 24 karat, harga akhir pekan (7/2) tercatat berada di kisaran Rp2,415 juta–Rp2,455 juta per gram. Kondisi ini menunjukkan adanya konsolidasi setelah volatilitas tinggi di pasar global.









Faktor Pendorong
Global: Pergerakan dolar AS dan kebijakan moneter Amerika menjadi pemicu utama fluktuasi.

Domestik: Nilai tukar Rupiah serta kebijakan penjualan emas Antam, UBS, dan Galeri 24 turut memengaruhi harga.

Psikologis pasar: Aksi jual investor di pertengahan pekan menekan harga, namun permintaan kembali meningkat menjelang akhir pekan.

Dengan tren yang masih fluktuatif, emas tetap dipandang sebagai aset lindung nilai. Namun, investor diingatkan untuk mewaspadai potensi koreksi mendadak yang bisa terjadi kapan saja.