Belasan Santri Ponpes Al Ittifaqiah Indralaya Diduga Keracunan MBG, 7 Dirawat Inap
Bacatrend, Ogan Ilir – Sebanyak 15 santri Pondok Pesantren Al Ittifaqiah Indralaya, Ogan Ilir, Sumatera Selatan, dilarikan ke RS Ar Royan Indralaya setelah diduga mengalami keracunan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG), Senin (9/2) pukul 09.50 WIB. Para korban mengalami gejala sakit perut, mual, hingga muntah berulang. Tujuh di antaranya harus dirawat inap, sementara delapan lainnya diperbolehkan pulang dengan catatan rawat jalan.
Humas Ponpes Al Ittifaqiah, Ferry Heryadi, menyatakan pihaknya masih menelusuri penyebab pasti kejadian. “Sedang kami telusuri apakah benar keracunan atau bukan,” ujarnya, Rabu (11/2). Ia menambahkan, dapur penyedia MBG menyatakan siap bertanggung jawab penuh atas biaya pengobatan jika terbukti terjadi keracunan. “Dapur siap bertanggungjawab atas biaya pengobatan,” kata Ferry.
Humas RS Ar Royan, Iklim Cahya, membenarkan indikasi salah makan pada para santri. Ia menyebut kondisi pasien mulai membaik. Sementara itu, Dinas Kesehatan Sumatera Selatan telah mengambil sampel makanan dan muntahan untuk uji laboratorium. Dari 15 korban, 10 sudah dipulangkan, sementara 5 masih menjalani perawatan.
Program MBG sendiri merupakan kebijakan nasional untuk pemenuhan gizi anak-anak. Di Sumatera Selatan, terdapat 808 dapur MBG (SPPG), namun baru 659 yang beroperasi. Masih ada 55 dapur belum memiliki sertifikat laik higiene sanitasi (SLHS), yang seharusnya menjamin keamanan pangan. Pemprov Sumsel menekankan pentingnya standar kesehatan dan rantai pasok agar program berjalan aman.
Kasus ini menjadi peringatan bagi pelaksanaan MBG di daerah. Pemeriksaan laboratorium akan menentukan penyebab pasti, namun insiden tersebut menegaskan perlunya pengawasan ketat dan sertifikasi dapur agar program gizi gratis benar-benar aman dan bermanfaat bagi anak-anak.












Tinggalkan Balasan