Bacatrend, Jakarta — Atletico Madrid mencatat kemenangan sensasional dengan menaklukkan Barcelona 4-0 pada leg pertama semifinal Copa del Rey 2025/2026 di Estadio Metropolitano, Jumat dini hari WIB. Empat gol yang seluruhnya tercipta di babak pertama membuat Los Rojiblancos berada di posisi sangat menguntungkan untuk melangkah ke final.

Pertandingan dimulai dengan intensitas tinggi. Atletico langsung menekan sejak menit awal dan mendapat keuntungan dari kesalahan Eric Garcia yang mencetak gol bunuh diri pada menit ke-6. Keunggulan itu semakin menambah kepercayaan diri tuan rumah. Antoine Griezmann kemudian menggandakan skor pada menit ke-14 lewat penyelesaian klinis. Barcelona yang berusaha bangkit justru kembali kebobolan melalui aksi Ademola Lookman pada menit ke-33. Pesta gol Atletico ditutup oleh Julian Alvarez di masa tambahan waktu babak pertama (45+2’).

Barcelona sebenarnya mendominasi penguasaan bola dengan catatan 65 persen, namun kesulitan menembus pertahanan rapat Atletico. Tim asuhan Diego Simeone tampil disiplin dengan pressing tinggi dan transisi cepat. Setiap kesalahan Blaugrana langsung dihukum dengan serangan balik yang efektif. Absennya sejumlah pemain inti seperti Marcus Rashford, Pedri, Gavi, dan Andreas Christensen membuat Barcelona kehilangan keseimbangan di lini serang maupun pertahanan.

Statistik Kunci
Skor akhir: Atletico Madrid 4 – 0 Barcelona









Penguasaan bola: Barcelona 65% – Atletico 35%

Tembakan tepat sasaran: Atletico 6 – Barcelona 3

Gol babak pertama: 4 – 0

Dengan hasil ini, Barcelona menghadapi tugas berat di leg kedua yang akan berlangsung di Camp Nou pada 4 Maret 2026. Tanpa aturan gol tandang di Copa del Rey, Blaugrana harus menang dengan selisih empat gol untuk memaksa perpanjangan waktu. Sebaliknya, Atletico Madrid kini berada di jalur emas menuju final pertama mereka sejak 2013.

Kemenangan telak ini menjadi modal besar bagi Atletico untuk mengakhiri puasa gelar Copa del Rey. Sementara itu, pelatih Barcelona Hansi Flick berada dalam sorotan tajam. Kekalahan telak di laga penting ini menimbulkan tekanan besar dari publik dan media, sekaligus mempertanyakan kapasitasnya dalam mengangkat performa tim di tengah badai cedera.