Bacatrend, Jakarta – Harga emas di pasar domestik sepanjang pekan 9–15 Februari 2026 menunjukkan pergerakan yang relatif stabil dengan kecenderungan naik tipis. Emas Antam sempat menguat dari Rp2.940.000 per gram pada awal pekan menjadi Rp2.954.000, lalu turun sedikit ke Rp2.947.000, sebelum kembali bertahan di Rp2.954.000 hingga akhir pekan.

Sementara itu, harga emas Galeri24 justru bergerak turun dari Rp2.958.000 menjadi Rp2.938.000 per gram.

Perbedaan tren antara Antam dan Galeri24 memperlihatkan adanya variasi strategi harga di pasar ritel. Antam cenderung menjaga stabilitas, sedangkan Galeri24 lebih fluktuatif, yang bisa dimanfaatkan oleh investor jangka pendek.

Di sisi lain, harga buyback Antam mengalami kenaikan dari Rp2.688.000 menjadi Rp2.741.000 per gram, menandakan peluang lebih baik bagi investor yang ingin melepas emasnya.









Secara global, pergerakan emas masih dipengaruhi oleh kebijakan suku bunga The Fed dan inflasi Amerika Serikat.

Ketegangan geopolitik juga mendorong investor mencari aset aman (safe haven), sehingga harga emas tetap berada di jalur positif. Di dalam negeri, stabilitas nilai tukar rupiah membantu menahan kenaikan harga agar tidak terlalu tajam.

Bagi investor, kondisi ini memberikan dua pilihan strategi. Untuk jangka pendek, spread antara harga jual dan buyback yang cukup lebar membuat keuntungan cepat lebih sulit dicapai.

Namun untuk jangka panjang, tren kenaikan dibanding tahun lalu menegaskan emas tetap menjadi aset protektif yang layak disimpan. Antam lebih cocok untuk investasi jangka panjang, sementara Galeri24 bisa menjadi opsi bagi mereka yang ingin memanfaatkan fluktuasi harga.