Dugaan Tuduhan Rasis di Laga Real Madrid vs Benfica
Bacatrend, Jakarta – Dugaan penghinaan rasial mencuat dalam laga leg pertama playoff Liga Champions 2025/26 antara Real Madrid dan Benfica di Stadion Da Luz, Lisbon.
Insiden terjadi ketika pemain Benfica Gianluca Prestianni terlihat menutup mulut dengan jersey saat berbicara kepada penyerang Real Madrid, Vinicius Junior. Gestur tersebut memicu spekulasi bahwa ia melontarkan kata-kata bernada rasis.
Kasus ini langsung menjadi sorotan publik karena Vinicius Jr sebelumnya beberapa kali mengalami pelecehan rasial di kompetisi Eropa.
Badan Sepak Bola Eropa (UEFA) merespons cepat dengan menunjuk penyelidik independen untuk mengumpulkan bukti.
Jika terbukti bersalah berdasarkan Kode Disiplin UEFA, Prestianni terancam hukuman larangan bermain hingga 10 pertandingan.
Menanggapi tuduhan tersebut, Prestianni membantah keras. “Saya ingin mengklarifikasi bahwa tidak ada satu pun penghinaan rasial yang saya tujukan kepada Vini Jr, yang disayangkan salah mengartikan apa yang dia kira dengarkan,” ujarnya dalam pernyataan yang dikutip dari jurnalis Fabrizio Romano.
Ia menambahkan, dirinya tidak pernah bersikap rasis kepada siapa pun dan menyayangkan ancaman yang diterima dari para pemain Real Madrid.
UEFA menegaskan komitmennya terhadap kampanye anti-diskriminasi dan akan menindaklanjuti laporan dugaan rasisme tersebut sesuai prosedur.












Tinggalkan Balasan