Atletico, Newcastle, Bodo/Glimt, dan Leverkusen Pastikan Tiket ke 16 Besar Liga Champions
Bacatrend, Jakarta — Leg kedua babak playoff 16 besar Liga Champions yang digelar Rabu dini hari WIB menghadirkan drama besar. Empat tim memastikan langkah ke fase berikutnya, dengan sorotan utama jatuh pada kejutan di Giuseppe Meazza saat wakil Norwegia, Bodo/Glimt, menyingkirkan finalis musim lalu, Inter Milan.
Di Wanda Metropolitano, Atletico Madrid tampil garang dengan kemenangan 4-1 atas Club Brugge. Alexander Sørloth menjadi pahlawan lewat torehan hattrick yang memastikan agregat 7-4 bagi pasukan Diego Simeone. Dengan pressing ketat dan transisi cepat, Atletico kembali menunjukkan karakter khas mereka di kompetisi Eropa.
Newcastle United juga melanjutkan tren positif. Bermain di St James’ Park, The Magpies menundukkan Qarabag FK dengan skor 3-2. Meski sempat mendapat perlawanan, Newcastle tetap unggul secara kualitas dan kedalaman skuad. Hasil ini melengkapi keunggulan agregat 9-3 setelah kemenangan besar di leg pertama, menandai kembalinya klub Inggris tersebut ke panggung besar Eropa dengan penuh percaya diri.
Kejutan terbesar terjadi di Giuseppe Meazza. Inter Milan yang musim lalu mencapai final justru dipermalukan Bodo/Glimt dengan skor 1-2. Gol Jens Petter Hauge dan Hakon Evjen memastikan kemenangan bersejarah tim tamu, sementara Inter hanya mampu membalas lewat Alessandro Bastoni. Secara agregat, Bodo/Glimt unggul 5-2 dan mencatat salah satu pencapaian paling monumental dalam sejarah klub asal Norwegia itu. Kekalahan ini menimbulkan sorotan tajam terhadap rapuhnya lini pertahanan Inter dan ketidakmampuan mereka mengatasi intensitas permainan lawan.
Sementara itu, Bayer Leverkusen melengkapi daftar tim lolos dengan kemenangan solid atas Olympiakos. Konsistensi mereka sebagai wakil Bundesliga kembali terbukti di kompetisi Eropa.
Dengan hasil ini, empat tim — Atletico Madrid, Newcastle United, Bodo/Glimt, dan Bayer Leverkusen — resmi melangkah ke babak 16 besar Liga Champions. Laga-laga tersebut bukan hanya menegaskan dominasi klub besar, tetapi juga membuka ruang bagi kisah heroik tim underdog yang mampu mengguncang peta kekuatan sepak bola Eropa.












Tinggalkan Balasan