Bacatrend, Jombang – Kasus kematian seorang ibu dan anak yang ditemukan dalam kondisi tubuh terbakar di bekas Asrama Polri (Aspol) Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, mulai mendapat titik terang. Hasil autopsi menunjukkan adanya kerusakan serius pada tenggorokan serta organ dalam korban, yang diduga akibat paparan cairan kimia.

Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Dimas Robin Alexander, menjelaskan bahwa pemeriksaan forensik mengungkap kedua korban meninggal karena sesak setelah menghirup asap. Selain itu, ditemukan luka bakar pada kulit serta efek cairan kimia yang menyebabkan pipi sang anak melepuh.

“Tidak ada tanda kekerasan dari benda tumpul maupun tajam. Perkiraan waktu kematian antara dua hingga lima hari sebelum ditemukan,” ujar Dimas.

Pada tubuh sang ibu, kerusakan tenggorokan dan organ dalam diduga kuat akibat interaksi dengan zat kimia cair. Di lokasi kejadian, polisi menemukan botol berwarna hijau menyerupai cairan pembersih (porstex), namun identifikasi pasti masih menunggu hasil uji laboratorium. Selain itu, turut ditemukan botol berisi bahan bakar minyak (BBM) dan sepeda motor Yamaha Vega bernomor AG 5053 WO.









Kedua korban ditemukan dalam kondisi telanjang dengan luka bakar pada Rabu (25/2/2026) siang. Meski sidik jari rusak, polisi menduga korban adalah SK (36) dan anaknya NC (5), warga Nganjuk. Dugaan ini diperkuat oleh pengakuan suami korban yang mengenali pakaian serta perhiasan milik anaknya di lokasi kejadian.

Polisi kini menelusuri rekaman CCTV, memeriksa saksi-saksi, dan menunggu hasil uji laboratorium untuk memastikan penyebab kematian. Jika sidik jari tidak bisa digunakan, langkah identifikasi akan ditempuh melalui uji DNA.