Kredit UMKM 2025 Tak Terserap Maksimal, Baru Capai 19,4 Persen
Bacatrend, Jakarta — Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menyatakan bahwa penyaluran kredit perbankan untuk sektor UMKM di luar program Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada tahun 2025 baru mencapai 19,4 persen dari total alokasi kredit nasional. Angka tersebut masih jauh dari target 25 persen yang ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029.
Maman menyebut bahwa dari total alokasi kredit perbankan sebesar Rp8.149 triliun, hanya sekitar Rp1.580 triliun yang tersalurkan ke UMKM. Sementara itu, Rp6.569 triliun atau 80,6 persen mengalir ke sekitar 50 korporasi besar.
“Realisasi baru 19,4 persen, artinya masih ada sekitar 6 persen yang belum mampu kita penuhi,” ujar Maman.
Ia menegaskan bahwa evaluasi terhadap skema kredit di luar KUR akan menjadi prioritas pemerintah agar pembiayaan benar-benar mendukung pertumbuhan usaha kecil dan menengah. Pemerintah juga terus mendorong pembiayaan KUR sebagai instrumen utama peningkatan daya saing UMKM.
Pada 2025, penyaluran KUR tercatat sebesar Rp270 triliun dengan total 4,58 juta debitur. Dari jumlah tersebut, 2,75 juta merupakan debitur baru dan 1,54 juta merupakan debitur graduasi. Penyaluran ke sektor produktif mencapai Rp163,9 triliun. Untuk tahun 2026, target penyaluran KUR ditingkatkan menjadi Rp295 triliun dengan 1,37 juta debitur baru.
Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal Asosiasi UMKM Indonesia (Akumindo) Edy Misero menyatakan bahwa realisasi KUR masih jauh dari harapan dan menimbulkan sejumlah masalah di lapangan. Ia menyoroti akses yang belum merata, proses verifikasi yang lambat, serta minimnya pendampingan bagi pelaku usaha mikro.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebelumnya telah menerbitkan POJK 19/2025 tentang kemudahan akses pembiayaan UMKM sebagai respons atas tren negatif pertumbuhan kredit UMKM yang hanya tumbuh 1,6 persen secara tahunan hingga Juli 2025. Pemerintah berharap langkah ini dapat mempercepat inklusi keuangan dan memperluas jangkauan pembiayaan ke sektor produktif UMKM.












Tinggalkan Balasan