Bacatrend, Jakarta – Harga emas di pasar domestik sepanjang pekan terakhir menunjukkan tren kenaikan seiring eskalasi konflik Iran–Israel.

Antam mencatat harga emas batangan berada di kisaran Rp1.789.000–Rp1.803.000 per gram pada pekan ketiga Februari, sementara awal Maret 2026 turun tipis ke Rp1.721.000 untuk pecahan 0,5 gram. UBS bergerak sejalan dengan Antam, dengan harga per gram mendekati Rp1.780.000–Rp1.800.000. Adapun Galeri24 pada 1 Maret 2026 menjual emas 1 gram di Rp3.092.000 dengan harga buyback Rp2.900.000.

Di pasar global, harga emas melonjak ke level USD 5.061 per troy ounce, naik lebih dari 70 persen dibanding tahun sebelumnya. Analis memperkirakan reli masih berlanjut, dengan potensi menembus USD 6.000 per troy ounce jika ketegangan di Timur Tengah tidak mereda.

Lonjakan harga dipicu serangan Israel dan Amerika Serikat ke Iran pada 28 Februari 2026. Kondisi geopolitik ini mendorong investor beralih ke emas sebagai aset aman.









Untuk pekan depan, harga emas Antam dan UBS diperkirakan naik tipis 1–2 persen, berpotensi menyentuh Rp1.820.000–Rp1.850.000 per gram. Galeri24 diproyeksikan menjual emas 1 gram di kisaran Rp3.150.000–Rp3.200.000.