Bacatrend, Jakarta — Presiden Prabowo Subianto memerintahkan pembangunan tambahan fasilitas penyimpanan energi (storage) guna meningkatkan cadangan minyak mentah nasional menjadi 90 hari atau setara tiga bulan.

Instruksi ini dikeluarkan menyusul meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, termasuk retaliasi Iran yang menutup Selat Hormuz pasca serangan Amerika Serikat dan Israel, yang berpotensi mengganggu pasokan minyak global.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan bahwa pemerintah terus memantau perkembangan konflik agar tidak berdampak pada kelangkaan energi di dalam negeri, baik bahan bakar minyak (BBM) maupun liquefied petroleum gas (LPG).

“Saat ini cadangan BBM nasional berada di kisaran 20–23 hari. Jadi sudah di atas standar minimal. Tapi kalau mau isi sampai 60 hari, taruh di mana? Kita nggak punya storage,” ujar Bahlil.









Menurut Bahlil, arahan Presiden Prabowo adalah agar pembangunan storage segera dilakukan. Salah satu lokasi yang dinilai potensial untuk pembangunan fasilitas tersebut adalah wilayah Sumatera.

“Makanya sekarang arahan Bapak Presiden, segera kita membangun storage. Jadi bukan kita enggak punya cadangan untuk mengisi minyak, tapi sekarang mau taruh di mana? Inilah kekurangan kita,” tegasnya.

Langkah ini dinilai krusial untuk memperkuat ketahanan energi nasional di tengah ancaman gangguan pasokan global akibat konflik Timur Tengah. Pemerintah juga disebut tengah menjajaki kerja sama dengan investor untuk mempercepat pembangunan storage strategis.