Bacatrend, Jakarta — Presiden Prabowo Subianto menargetkan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan kapasitas 100 gigawatt sebagai bagian dari percepatan program elektrifikasi dan swasembada energi nasional.

Dalam pidato peringatan satu tahun Danantara di Wisma Danantara, Jakarta, Rabu (12/3), Prabowo menegaskan bahwa pembangunan PLTS skala besar merupakan keputusan langsung pemerintah untuk mempercepat transisi menuju energi terbarukan sekaligus memperkuat ketahanan energi Indonesia.

“Kita akan melaksanakan listrifikasi, energi terbarukan dari tenaga surya. Dalam waktu yang sesingkat-singkatnya kita akan membangun 100 gigawatt,” kata Prabowo.

Presiden menyebut Indonesia memiliki potensi sumber energi yang sangat besar, mulai dari energi matahari hingga panas bumi. Ia menekankan cadangan panas bumi Indonesia termasuk salah satu yang terbesar di dunia, namun belum dimanfaatkan secara optimal.









Selain itu, Prabowo menyoroti potensi bahan bakar nabati dari komoditas pertanian seperti kelapa sawit, singkong, jagung, dan tebu yang dapat diolah menjadi energi alternatif untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.

Pemerintah berharap langkah ini dapat mempercepat pencapaian target swasembada energi sekaligus menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan kapasitas energi terbarukan terbesar di kawasan.