Tangis Dua Anak Yatim Pecah, Santunan Lebaran Raib Dijambret di Pekanbaru
Bacatrend, Pekanbaru – Ramadan yang seharusnya penuh berkah berubah jadi luka mendalam bagi dua bocah yatim di Kota Pekanbaru, Riau. Alim (10) dan adiknya Rama (8) baru saja menerima santunan Lebaran masing-masing Rp1,5 juta dari Masjid Al Ikhlas, Jalan Unggas, Kecamatan Bukitraya. Uang itu diniatkan untuk membeli baju baru dan membantu sang ibu yang bekerja sebagai tukang masak di kantin. Namun, harapan sederhana itu seketika lenyap direnggut tangan jahat.
Saat berjalan kaki pulang menuju rumah yang hanya berjarak sekitar 500 meter dari masjid, keduanya dihampiri seorang pria bermotor. Pelaku sempat berpura-pura bertanya asal amplop, lalu pergi. Tak lama kemudian ia kembali, merampas amplop dari tangan Alim, meninggalkan tangis pilu di jalanan. Rekaman CCTV di sekitar lokasi merekam aksi tersebut, dan video itu kini viral di media sosial.
Anggota DPRD Kota Pekanbaru, Zulkardi, yang menemui korban, menggambarkan betapa hancurnya hati sang bocah. “Alim menangis menceritakan kejadian itu. Dia sedih karena uangnya mau dibelikan baju Lebaran dan diberikan ke ibunya,” ujarnya. Zulkardi kemudian membawa keduanya untuk diberikan bantuan langsung.
Polisi menyatakan telah mengantongi identitas pelaku dan tengah melakukan pengejaran. Kasus ini menimbulkan keprihatinan luas. Banyak pihak menilai aksi penjambretan terhadap anak yatim di bulan Ramadan bukan sekadar kriminalitas, melainkan kejahatan yang merobek nurani.
Santunan yang seharusnya menjadi cahaya harapan justru berubah jadi tragedi. Alim dan Rama, yang seharusnya merasakan kebahagiaan menjelang Lebaran, kini harus menelan pahitnya kehilangan. Publik pun menyerukan agar distribusi santunan dilakukan dengan sistem lebih aman, misalnya melalui rekening bank atau pendampingan hingga rumah, agar anak-anak tidak lagi menjadi sasaran empuk kejahatan.
Kisah ini menjadi pengingat keras: di tengah gegap gempita Ramadan, masih ada anak-anak yang harus berjuang demi secuil kebahagiaan. Dan ketika tangan-tangan jahat merampas hak mereka, masyarakat dituntut untuk lebih peduli, menjaga, dan memastikan tragedi serupa tak lagi terjadi.
Lebaran bagi Alim dan Rama bukan sekadar baju baru, melainkan simbol harapan. Harapan yang, sayangnya, sempat direnggut di jalanan Kota Pekanbaru.












Tinggalkan Balasan