Akses Wisata Madakaripura Terputus Akibat Jembatan Ambruk
Bacatrend, Probolinggo — Jalur menuju Air Terjun Madakaripura di Desa Negororejo, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, tidak bisa dilalui setelah jembatan penghubung ambruk pada Sabtu (28/3) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut sejak Jumat malam diduga menjadi pemicu runtuhnya konstruksi.
Polres Probolinggo segera melakukan pengamanan dengan memasang garis polisi dan rambu peringatan di sekitar lokasi. Kapolres Probolinggo AKBP M. Wahyudin Latif menegaskan bahwa jembatan mengalami kerusakan parah sehingga tidak aman untuk dilewati.
“Untuk sementara, akses menuju Air Terjun Madakaripura kami tutup demi keselamatan masyarakat,” ujarnya, Senin (30/3).
Air Terjun Madakaripura, yang dikenal sebagai salah satu destinasi unggulan Jawa Timur dengan ketinggian sekitar 200 meter, kini tidak dapat dikunjungi wisatawan. Penutupan ini berdampak pada aktivitas ekonomi warga sekitar yang selama ini mengandalkan sektor pariwisata. Data Dinas Pariwisata Probolinggo menunjukkan, sebelum kejadian, kunjungan wisatawan bisa mencapai 500–700 orang per pekan, terutama saat akhir pekan.
AKBP Latif mengimbau masyarakat agar tidak memaksakan diri melintas di jalur tersebut. Ia juga mengingatkan warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi. “Bagi warga di daerah rawan longsor dan banjir, diminta tetap waspada. Jika terjadi kondisi darurat, segera laporkan kepada pihak berwenang,” katanya.
Saat ini, kondisi di lokasi terpantau aman dengan pengawasan aparat kepolisian yang bekerja sama dengan instansi terkait. Pemerintah daerah bersama Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur tengah menyiapkan langkah darurat berupa pembangunan jembatan sementara agar akses menuju Madakaripura bisa segera dibuka kembali.
BMKG sebelumnya telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan lebat disertai angin kencang di kawasan Tapal Kuda, termasuk Probolinggo, hingga awal April 2026. Peristiwa ini menambah daftar kerusakan infrastruktur akibat cuaca ekstrem di Jawa Timur.












Tinggalkan Balasan