Bacatrend, Manado – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 mengguncang wilayah perairan Bitung, Sulawesi Utara, Kamis pagi (2/4), menyebabkan satu orang meninggal dunia dan satu lainnya mengalami luka serius. Informasi ini dikonfirmasi oleh Basarnas Manado yang saat ini masih melakukan pendataan dampak gempa.

Korban jiwa dilaporkan tertimpa reruntuhan bangunan saat berada di Kantor Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). “Korban meninggal akibat tertimpa bangunan saat gempa terjadi,” ujar Nuriadin Gumeleng, juru bicara Basarnas Manado. Jenazah telah dievakuasi ke rumah sakit terdekat.

Selain itu, satu warga mengalami patah kaki setelah melompat dari lantai atas tokonya saat gempa mengguncang. Korban kini menjalani perawatan medis.

Situasi di Kota Manado dan Bitung dilaporkan mulai kondusif. Namun, warga Bitung sempat mengungsi ke daerah yang lebih tinggi sebagai langkah antisipasi. “Evakuasi mandiri sudah dilakukan oleh warga, dan saat ini kondisi sudah aman,” tambah Nuriadin.









Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi tsunami untuk sejumlah wilayah di Sulawesi Utara dan Maluku Utara. Daerah yang masuk kategori siaga meliputi Ternate, Halmahera, dan Tidore. Sedangkan Bitung, Minahasa Selatan, dan Minahasa Utara bagian selatan juga berpotensi terdampak.

Wilayah lain seperti Kepulauan Sangihe dan Bolaang Mongondow bagian selatan berada dalam status waspada. BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, menjauhi bangunan rusak, dan hanya mengakses informasi dari sumber resmi.

“Pastikan bangunan tempat tinggal aman sebelum kembali beraktivitas,” tegas Muhammad Zulkifli dari BMKG Stasiun Geofisika Manado.

Basarnas dan BMKG masih terus memantau situasi dan melakukan asesmen lanjutan terkait dampak gempa. Masyarakat diminta tetap waspada dan mengikuti arahan dari pihak berwenang.