Wali Kota Surabaya Minta Guru Tak Repot dengan Laporan Manual
Bacatrend, SURABAYA – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan pentingnya meringankan beban administrasi guru agar mereka bisa lebih fokus mendidik murid. Hal itu disampaikan saat menghadiri halalbihalal bersama Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) dan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) SMP negeri maupun swasta di Kantor Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya.
Dalam kesempatan tersebut, Eri Cahyadi menyampaikan apresiasi kepada para kepala sekolah yang telah berkontribusi membawa perubahan positif bagi pendidikan di Surabaya. Namun ia menyoroti persoalan laporan bulanan kinerja guru yang dinilai terlalu menyita waktu.
“Karena tugas seorang guru itu adalah mengubah anak-anak dalam bidang keilmuan. Jangan sampai waktunya habis hanya untuk membuat laporan. Nah ini harus diubah, jangan lagi pakai manual,” tegas Eri, Selasa (7/4).
Ia meminta Dispendik segera beralih ke sistem digital agar proses pelaporan lebih efisien. Menurutnya, digitalisasi laporan akan membuat guru bisa lebih fokus pada pembelajaran ketimbang urusan administrasi.
Selain soal laporan, Eri juga mendorong Dispendik menciptakan inovasi pendidikan dengan melibatkan MKKS dan K3S baik dari sekolah negeri maupun swasta. “Ayo menciptakan sesuatu yang baru, nanti ayo digeber bareng. Saya minta Kadispendik mensuport betul K3S dan MKKS membuat kegiatan yang bermanfaat untuk murid-murid kita,” ujarnya.
Ia berharap inovasi tersebut bisa diwujudkan dalam waktu satu bulan ke depan dan menjadi percontohan bagi dunia pendidikan nasional. “Karena panjenengan lah (para guru) yang menciptakan anak-anak bangsa, wali kota berikutnya, presiden berikutnya. Maka dari itu saya ingin inovasi muncul dari panjenengan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dispendik Surabaya Febrina Kusumawati menilai pertemuan ini menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah kota dan dunia pendidikan. “Melalui kegiatan ini mudah-mudahan bisa menjadi sinergi yang luar biasa,” kata Febrina.
Dengan dorongan digitalisasi laporan dan penciptaan inovasi, Pemkot Surabaya berharap kualitas pendidikan semakin meningkat tanpa membebani guru dengan pekerjaan administratif yang berlebihan.












Tinggalkan Balasan