Bacatrend, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (8/4) pagi dibuka menguat signifikan, mengikuti tren positif bursa kawasan Asia. Kenaikan ini dipicu oleh sentimen global setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menunda rencana serangan ke Iran selama dua pekan.

IHSG dibuka naik 191,38 poin atau 2,75 persen ke posisi 7.162,41. Sementara itu, indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan juga menguat 22,61 poin atau 3,22 persen ke level 724,27.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, dalam kajiannya menyebutkan bahwa penguatan IHSG masih berpotensi terbatas. “Berdasarkan analisa teknikal, kami melihat IHSG berpotensi menguat terbatas dengan support dan resistance 6.920–7.240,” ujarnya.

Dari mancanegara, sebelumnya ketegangan meningkat setelah Trump mengancam akan menyerang infrastruktur Iran apabila tidak ada kesepakatan hingga pukul 20.00 waktu AS. Namun, penundaan serangan tersebut memberi ruang bagi pasar untuk merespons positif dan mendorong penguatan bursa Asia.









Sejumlah analis menilai, meski IHSG menguat, volatilitas pasar masih tinggi karena ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah. Sektor energi dan komoditas disebut paling sensitif terhadap perkembangan konflik AS–Iran.

Dengan kondisi ini, investor diimbau tetap berhati-hati dan memperhatikan level support serta resistance yang ada, sembari menunggu kepastian arah kebijakan geopolitik global yang akan memengaruhi pasar keuangan Indonesia.