Bacatrend, Jakarta  — FC Barcelona harus mengakui keunggulan Atlético Madrid setelah takluk 0-2 pada leg pertama perempat final Liga Champions UEFA di Stadion Camp Nou, Kamis dini hari WIB.

Tuan rumah tampil dengan tekanan sejak awal laga, namun situasi berubah drastis setelah bek muda Pau Cubarsí diganjar kartu merah langsung di babak pertama. Bermain dengan 10 orang membuat Barcelona kesulitan menjaga keseimbangan permainan, terutama dalam menghadapi serangan balik cepat Atletico.

Keunggulan tim tamu dibuka oleh Julián Álvarez melalui tendangan bebas menjelang akhir babak pertama. Gol tersebut menjadi momentum penting bagi Atletico untuk mengontrol jalannya pertandingan.

Memasuki babak kedua, Atletico semakin percaya diri dalam menerapkan strategi bertahan dan serangan balik. Hasilnya, Alexander Sørloth sukses menggandakan keunggulan pada menit ke-70, memanfaatkan celah di lini belakang Barcelona.









Sepanjang pertandingan, Barcelona sebenarnya mampu menciptakan sejumlah peluang dan mendominasi penguasaan bola. Namun, penyelesaian akhir yang kurang efektif membuat peluang-peluang tersebut gagal dikonversi menjadi gol.

Sebaliknya, Atletico tampil lebih efisien dengan memaksimalkan peluang yang didapat. Disiplin pertahanan serta efektivitas dalam transisi menjadi kunci kemenangan tim asuhan Diego Simeone tersebut.

Hasil ini menempatkan Atletico Madrid di atas angin untuk melaju ke semifinal.
Sementara itu, Barcelona berada dalam tekanan jelang leg kedua yang akan digelar di markas Atletico pada Rabu (16/4) mendatang.

Untuk menjaga asa lolos, Barcelona wajib meraih kemenangan dengan selisih minimal dua gol. Namun, misi tersebut diprediksi tidak mudah mengingat kuatnya performa Atletico saat bermain di kandang sendiri.