Bacatrend, Jakarta – Harga emas batangan dalam sepekan terakhir tercatat mengalami fluktuasi dengan kecenderungan melemah di awal periode sebelum kembali menguat secara terbatas menjelang akhir pekan.

Berdasarkan rangkuman data dari sejumlah platform perdagangan logam mulia, harga emas produksi Antam pada awal pekan berada di kisaran Rp2,95 juta per gram. Namun, harga sempat terkoreksi hingga menyentuh level sekitar Rp2,88 juta per gram di pertengahan pekan.

Memasuki akhir periode, harga mulai menunjukkan pemulihan dan bergerak naik tipis ke kisaran Rp2,91 juta hingga Rp2,92 juta per gram. Pola serupa juga terjadi pada produk emas lain seperti UBS dan Galeri24 yang sama-sama mengalami tekanan di awal pekan sebelum stabil.

Pergerakan tersebut mencerminkan fase koreksi pasar setelah harga emas sebelumnya berada di level tinggi. Selain itu, faktor eksternal seperti penguatan dolar Amerika Serikat dan dinamika kebijakan suku bunga global turut memengaruhi volatilitas harga emas.









Di sisi domestik, permintaan emas pasca periode Lebaran juga terpantau belum mengalami peningkatan signifikan, sehingga turut menahan laju kenaikan harga.

Untuk sepekan ke depan, harga emas diperkirakan bergerak dalam rentang terbatas dengan kecenderungan stabil. Analis memproyeksikan harga akan berada di kisaran Rp2,90 juta hingga Rp3,00 juta per gram.

Kenaikan masih berpotensi terjadi apabila sentimen global kembali mendorong minat terhadap aset safe haven. Namun, tekanan juga bisa muncul jika nilai tukar dolar AS menguat atau imbal hasil obligasi global meningkat.

Dengan kondisi tersebut, pelaku pasar cenderung mengambil sikap menunggu sambil mencermati perkembangan ekonomi global sebelum melakukan aksi lanjutan di pasar emas.