Bacatrend, Bandung – Lagu berjudul “Erika” yang dinyanyikan oleh mahasiswa Himpunan Mahasiswa Tambang (HMT) ITB menuai kritik di media sosial karena liriknya dianggap melecehkan perempuan. Video penampilan lagu tersebut, yang direkam pada tahun 2020, kembali beredar dan memicu keresahan publik.

Menanggapi hal itu, HMT ITB melalui akun Instagram resminya menyampaikan permintaan maaf. “Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas beredarnya lagu yang menimbulkan keresahan publik,” tulis keterangan resmi pada Rabu (15/4).

HMT ITB menjelaskan bahwa lagu “Erika” dibuat pada era 1980-an dan mengakui liriknya tidak mencerminkan nilai-nilai civitas akademika maupun organisasi kemahasiswaan. Mereka menyebut penampilan ulang lagu tersebut merupakan bentuk kelalaian karena tidak menyesuaikan dengan perkembangan norma sosial dan kesusilaan. “Kami dengan tegas mengakui bahwa konten dalam penampilan tersebut tidak mencerminkan nilai-nilai yang seharusnya dijunjung oleh lingkungan akademik dan organisasi kemahasiswaan,” lanjut pernyataan itu.

Sebagai tindak lanjut, Keluarga Mahasiswa ITB berkoordinasi dengan pihak terkait untuk melakukan take down video dan audio yang beredar. Evaluasi internal juga akan dilakukan secara komprehensif terhadap konten, pelaksanaan, serta pengawasan kegiatan agar kejadian serupa tidak terulang.









Kasus ini menyoroti pentingnya sensitivitas gender dan kesadaran etis dalam aktivitas kemahasiswaan, sekaligus menjadi pengingat bahwa warisan budaya organisasi dari masa lalu perlu ditinjau ulang agar sesuai dengan nilai-nilai masyarakat saat ini.