Bacatrend, Malang — Pembicara utama dalam kegiatan pengkaderan Al Irsyad Al Islamiyyah, Ahmad Riyadh UB PhD, menekankan pentingnya keberanian berpendapat dan kemampuan bersinergi sebagai kunci keberhasilan dalam berorganisasi.

Hal tersebut disampaikan dalam agenda Islamic Youth Leadership Training yang digelar PC Al Irsyad Al Islamiyyah Surabaya di Villa Bunda Lawang, Malang, Jumat (1/5) malam.

Kegiatan ini diikuti sekitar 50 calon kader dan lebih dari 20 pengurus. Dalam sesi tanya jawab, Riyadh menegaskan bahwa keberanian menyampaikan pendapat harus diiringi dengan penguasaan materi yang baik.

“Jika berpendapat dalam berbagai masalah, berarti sebelum bicara harus menguasai lebih dahulu materi yang dibicarakan. Sehingga harus mau belajar,” ujarnya.









Menurut Riyadh, forum pengkaderan menjadi ruang yang tepat untuk melatih kemampuan berpikir kritis sekaligus membangun sinergi. Ia menyebut, pada usia muda kegiatan semacam ini mungkin terlihat tidak lazim dibanding aktivitas santai, namun memiliki manfaat jangka panjang saat terjun ke masyarakat.
Ia juga menekankan bahwa dalam diskusi, pihak lain bukanlah lawan, melainkan mitra dalam mencari solusi bersama.

“Teman diskusi itu bukan lawan, tetapi teman menyelesaikan masalah yang ingin dipecahkan secara bersama,” katanya.

Selain itu, Riyadh menyoroti pentingnya menghargai perbedaan pendapat sebagai fondasi sinergi organisasi, terutama dalam menghadapi persoalan kebangsaan dan umat.

Menjawab pertanyaan peserta terkait kepemimpinan, Riyadh menegaskan bahwa seorang pemimpin harus meneladani sifat Rasulullah, yakni Sidiq (jujur), Amanah (dapat dipercaya), Fathonah (cerdas), dan Tabligh (menyampaikan kebenaran).

“Adalah keniscayaan menjadi pemimpin harus mencontoh sifat kepemimpinan Rasulullah,” tegasnya.

Untuk menggambarkan pentingnya sinergi, Riyadh mengibaratkan berbagai bahan sederhana yang jika digabungkan dapat menghasilkan produk bernilai tinggi. Ia juga mencontohkan strategi pengemasan produk yang memengaruhi nilai jual.

“Menjadi tokoh harus belajar dan pandai mengemas pendapat dengan baik,” tandasnya.

Dalam kegiatan tersebut, sejumlah senior Al Irsyad Al Islamiyyah, di antaranya Jamal Attamimi dan Arif Martak, turut memberikan pandangan dan menjawab pertanyaan peserta.