Enam Jemaah Haji Embarkasi Surabaya Wafat Di Tanah Suci
Bacatrend, Jakarta – Operasional penyelenggaraan ibadah haji Embarkasi Surabaya diwarnai kabar duka. Hingga hari ke-20 pemberangkatan musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi, tercatat enam jemaah asal Embarkasi Surabaya meninggal dunia di Arab Saudi.
Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya memastikan seluruh jemaah yang wafat telah mendapatkan penanganan medis sesuai prosedur yang berlaku selama berada di Tanah Suci.
Ketua PPIH Embarkasi Surabaya Mohammad As’adul Anam mengatakan pihaknya terus melakukan pendampingan serta koordinasi dengan keluarga jemaah di daerah asal masing-masing.
“Kami turut berduka cita atas wafatnya para jemaah haji asal Embarkasi Surabaya. Semoga seluruh amal ibadah mereka diterima Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan,” kata Anam.
Enam jemaah yang meninggal dunia masing-masing berasal dari Kabupaten Pasuruan, Kota Malang, Kabupaten Lamongan, Kabupaten Gresik, dan Kabupaten Jombang. Mereka adalah Kamariyah Dul Tayib dari Kloter 8 asal Kabupaten Pasuruan, Abd Wachid dari Kloter 7 Kabupaten Pasuruan, Fajar Puja Sasmita dari Kloter 11 Kota Malang, Sibiatun Saji dari Kloter 33 Kabupaten Lamongan, Mustika Rajim D dari Kloter 47 Kabupaten Gresik, serta Suyono Reso dari Kloter 62 Kabupaten Jombang.
Menurut laporan petugas kesehatan haji, para jemaah telah mendapatkan pelayanan kesehatan sebelum akhirnya meninggal dunia. Proses pemakaman dilakukan di Arab Saudi sesuai ketentuan yang berlaku bagi jemaah haji yang wafat di Tanah Suci.
Di sisi lain, proses pemberangkatan jemaah haji Embarkasi Surabaya masih berlangsung lancar. Hingga 10 Mei 2026 pukul 10.00 WIB, jumlah jemaah dan petugas yang telah diterbangkan menuju Arab Saudi mencapai 26.931 orang atau sekitar 61 persen dari total kuota pemberangkatan tahun ini.
Jumlah tersebut diberangkatkan melalui 71 kelompok terbang (kloter) dari total 116 kloter yang dijadwalkan selama musim haji 2026.
PPIH juga mencatat masih ada 11 calon jemaah yang belum dapat diberangkatkan karena alasan kesehatan dan pendampingan. Sebanyak delapan orang menjalani observasi medis, sementara tiga lainnya merupakan pendamping jemaah sakit.
Selain itu, Embarkasi Surabaya mencatat jemaah tertua pada fase awal pemberangkatan haji tahun ini yakni Tukiran Abd Razak asal Kabupaten Malang yang berusia 98 tahun.
PPIH menegaskan akan terus menjaga kelancaran operasional keberangkatan serta memastikan pelayanan terhadap jemaah haji berjalan optimal hingga seluruh proses embarkasi selesai.











Tinggalkan Balasan