Drama Evakuasi Terjepit Kabin Berakhir Duka, Sopir Truk Korban Laka Beruntun Pasuruan Akhirnya Meninggal
Bacatrend, Pasuruan – Harapan agar Agus, sopir truk trailer yang sempat bertahan di balik kabin ringsek, bisa selamat akhirnya pupus. Setelah berjuang melawan luka berat dan terjebak selama berjam-jam di dalam kendaraan yang remuk akibat kecelakaan beruntun di jalur nasional Surabaya–Malang, nyawanya tak tertolong.
Agus sempat dievakuasi dalam operasi yang berlangsung dramatis. Petugas harus bekerja ekstra menggunakan peralatan khusus untuk membebaskannya dari himpitan besi kabin yang hancur. Setelah berhasil dikeluarkan, pria berusia sekitar 40 tahun asal Malang itu langsung dilarikan ke RS Pusdik Sabhara Porong, Sidoarjo. Namun, takdir berkata lain. Ia akhirnya dinyatakan meninggal dunia saat menjalani perawatan.
Kasat Lantas Polres Pasuruan AKP Jauhar Rizqullah Sumirat membenarkan kabar duka tersebut. Menurutnya, sopir truk yang sebelumnya terjepit di dalam kabin akhirnya mengembuskan napas terakhir di rumah sakit.
Dengan meninggalnya Agus, jumlah korban jiwa dalam kecelakaan beruntun itu bertambah menjadi empat orang.
Peristiwa nahas tersebut terjadi pada Senin (27/7) sekitar pukul 06.00 WIB di Dusun Mojorejo, Desa Ngerong, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan.
Jalur nasional yang setiap hari dipadati kendaraan itu mendadak berubah menjadi lokasi penuh kepanikan setelah sebuah truk trailer bermuatan gulungan kertas diduga melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Malang menuju Surabaya.
Saat tiba di lokasi kejadian, truk trailer menghantam truk Colt Diesel yang berada di depannya. Benturan keras itu memicu tabrakan beruntun. Sejumlah sepeda motor ikut terseret, sementara truk trailer kembali menghantam sebuah truk tangki sebelum kehilangan kendali.
Truk kemudian oleng ke sisi kiri jalan, menabrak rumah-rumah warga, dan baru berhenti setelah menghancurkan bangunan di tepi jalan. Gulungan kertas yang diangkut berserakan di sepanjang lokasi, sementara para korban bergelimpangan di badan jalan.
Di tengah kepanikan itu, Agus masih berada di balik kemudi. Kabin truk yang ringsek membuat tubuhnya terjepit dan tak bisa bergerak. Warga hanya bisa menyaksikan petugas berjibaku membuka ruang sempit di antara lipatan besi demi menyelamatkan korban.
Sebelumnya, Kanit Lantas Polsek Gempol Ipda Bagus menyebut tiga orang meninggal dunia di lokasi kejadian. Selain itu, dua korban mengalami luka berat dan dirawat di RS Abiyakto Pasuruan. Empat korban lainnya mengalami luka ringan, terdiri atas seorang penjual bebek, sepasang suami istri pengendara sepeda motor, serta sopir truk Colt Diesel. Mereka menjalani perawatan di RS Bhayangkara Porong.
Salah seorang saksi mata, Holidi (48), mengaku masih teringat jelas suasana mencekam saat kecelakaan terjadi. Menurut warga asal Malang itu, pemandangan di lokasi benar-benar membuat siapa pun yang melihatnya bergidik.
“Saya kebetulan melintas saat kejadian. Korbannya bergelimpangan banyak sekali. Truk trailernya sampai nyungsep ke rumah-rumah warga. Kondisinya benar-benar mengerikan, lalu lintas langsung macet total,” ujarnya.
Hingga proses evakuasi selesai, arus lalu lintas di jalur nasional Surabaya–Malang mengalami kemacetan panjang dari kedua arah. Polisi memberlakukan rekayasa lalu lintas dengan sistem contraflow untuk mengurai kepadatan kendaraan sekaligus mempercepat penanganan para korban dan evakuasi kendaraan yang terlibat.
Di balik tumpukan besi yang ringsek dan gulungan kertas yang berserakan, kecelakaan itu meninggalkan duka yang tak kecil. Empat nyawa melayang dalam hitungan menit, sementara keluarga yang menunggu di rumah hanya bisa menerima kabar yang tak pernah mereka bayangkan akan datang pada pagi itu.












Tinggalkan Balasan