Bacatrend, Surabaya – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya. Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Taekwondo Untag Surabaya sukses menunjukkan dominasinya di ajang Kejuaraan Nasional Taekwondo Piala Wali Kota Surabaya 2026 dengan memborong 20 medali, terdiri dari 6 medali emas, 6 medali perak, dan 8 medali perunggu.

Kejuaraan yang berlangsung di GOR Bung Tomo, Surabaya, pada 19–21 Juni 2026 itu mempertemukan atlet-atlet terbaik dari berbagai daerah, klub, sekolah, perguruan tinggi, hingga instansi di seluruh Indonesia. Untag Surabaya menurunkan 22 atlet mahasiswa dari berbagai program studi, dan hampir seluruh kontingen berhasil menyumbangkan medali.

Pada nomor Poomsae, medali diraih oleh Lausia Riyu Mafada dan Jelita Pricilya Papilaya. Sementara medali emas di nomor Poomsae Beregu dipersembahkan oleh Vanessa Devi Yovita, Nayla Nafaisah, dan Yafi Maulita Syahda Florenta yang tampil solid dan kompak sepanjang pertandingan.

Sementara itu, deretan medali di nomor Kyorugi disumbangkan oleh Setia Dimas Mahendra, Hieronymus Timotheo Caesar Asah, Maxy Patrick Nederupun, Fitria Nur Pelita, Nathalia Imanuela, Andri, Charlye Umbu Kapuru Lapu, Frans Julianto Ekatama Leba Djara, Aimee Julieta Aleacia Putri, Dimas Saryanto Nono Nale, Sultan Aliefaadillah Juharto, Halimatusa’diyah Azzahra, Fandy Satrio Pribadi Pawae, Armelia Jenifer Fay, Zenicio Xavier Brito De Carvalho, Yohanes Jose, dan Dimas Dwi Pranata.









Raihan tersebut menjadi bukti konsistensi UKM Taekwondo Untag Surabaya dalam melahirkan atlet-atlet berprestasi di level nasional di bawah pembinaan Moh. Dey Prayogo, S.I.Kom., M.I.Kom. Namun, di balik kilauan medali, tersimpan perjuangan panjang yang dijalani para atlet untuk mencapai podium juara.

Salah satunya datang dari Zenicio Xavier Brito De Carvalho, mahasiswa Program Studi Informatika semester lima yang berhasil meraih medali perunggu pada kategori Kyorugi Senior Prestasi Under 58 kilogram.

Sebelum dipercaya memperkuat kontingen Untag Surabaya, Zenicio harus melewati proses seleksi yang mempertimbangkan kemampuan teknik, kondisi fisik, kedisiplinan latihan, hingga pengalaman bertanding. Selama beberapa bulan, ia menjalani latihan intensif yang meliputi peningkatan fisik, pendalaman teknik, sparring, penyusunan strategi pertandingan, serta evaluasi kemampuan secara berkala.

Menurutnya, persaingan di tingkat nasional sangat ketat karena diikuti atlet-atlet berpengalaman dari berbagai daerah.

“Lawan yang paling berat adalah atlet yang memiliki pengalaman bertanding tinggi dan strategi yang matang. Tantangan terbesar adalah menjaga fokus dan konsistensi selama pertandingan berlangsung,” ujar Zenicio

Bagi Zenicio, medali yang diraih bukan sekadar pencapaian pribadi, tetapi juga pelajaran berharga yang akan menjadi bekal menghadapi kompetisi berikutnya.”Saya belajar bahwa disiplin, kerja keras, konsistensi, dan mental yang kuat merupakan faktor penting untuk mencapai hasil terbaik dalam sebuah kompetisi,” tambahnya.

Prestasi emas juga lahir dari nomor Poomsae Beregu melalui penampilan memukau Vanessa Devi Yovita bersama timnya. Mahasiswi Program Studi Administrasi Bisnis semester lima itu mengaku perjuangan menuju podium tidaklah mudah.

Selain harus menjalani latihan secara rutin, ia dan rekan-rekannya juga dituntut mampu membagi waktu antara perkuliahan dan latihan. Kekompakan tim menjadi kunci utama agar mampu menampilkan jurus secara presisi di hadapan dewan juri.”Rasanya senang dan bangga sekali. Walaupun sempat merasa gugup sebelum bertanding, kami bisa saling mendukung dan memberikan penampilan terbaik hingga akhirnya semua perjuangan itu terbayar dengan medali emas,” ungkap Vanessa.

Keberhasilan UKM Taekwondo Untag Surabaya kali ini menjadi buah dari kerja keras para atlet, pelatih, dan seluruh keluarga besar UKM. Torehan 20 medali sekaligus mempertegas komitmen Untag Surabaya dalam membina mahasiswa tidak hanya unggul di bidang akademik, tetapi juga mampu berprestasi di tingkat nasional melalui olahraga.

Prestasi tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan potensi, sekaligus mendorong lahirnya lebih banyak atlet Untag Surabaya yang mampu mengharumkan nama kampus di tingkat nasional hingga internasional.