Dua Pekerja Sumur Tewas Tertimbun Longsor, Evakuasi Berlangsung 10 Jam
Bacatrend, Tulungagung – Dua warga Desa Besuki, Kecamatan Panggul, Kabupaten Trenggalek, meninggal dunia setelah tertimbun longsoran tanah saat menggali sumur dengan kedalaman sekitar 20 meter. Proses penyelamatan berlangsung dramatis karena posisi korban berada di dasar sumur yang sempit, sehingga tim gabungan membutuhkan waktu sekitar 10 jam untuk mengevakuasi keduanya.
Korban diketahui bernama Jumiyo dan Nur Rohman. Peristiwa nahas tersebut terjadi pada Senin (3/8), ketika keduanya tengah mengerjakan pembuatan sumur. Saat penggalian mencapai kedalaman kurang lebih 20 meter, tanah beserta bebatuan dari bibir sumur tiba-tiba runtuh dan menimpa kedua pekerja hingga terkubur.
Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek, Stefanus Triadi Atmono, mengatakan insiden terjadi sekitar pukul 11.27 WIB.
Kedua korban tidak sempat menyelamatkan diri karena material longsor langsung memenuhi dasar sumur.
“Korban tertimbun material longsoran dari bibir sumur sekitar pukul 11.27 WIB,” kata Stefanus, Selasa (4/8).
Laporan kejadian kemudian diterima petugas, yang selanjutnya mengerahkan tim gabungan terdiri dari BPBD Trenggalek, Pos SAR Trenggalek, Polsek Panggul, Tim Inafis Polres Trenggalek, TNI, relawan, serta warga sekitar. Operasi evakuasi dimulai sekitar pukul 15.00 WIB.
Medan yang sulit, kedalaman sumur, serta banyaknya material tanah dan batu yang menimbun korban membuat proses evakuasi berjalan cukup rumit. Tim harus bekerja secara hati-hati agar tidak memicu longsor susulan yang dapat membahayakan personel penyelamat.
Setelah bekerja selama lebih dari 10 jam, kedua korban akhirnya berhasil dikeluarkan dari dasar sumur pada Selasa dini hari sekitar pukul 01.15 WIB.
“Korban berhasil dievakuasi sekitar pukul 01.15 WIB,” ujar Stefanus.
Selanjutnya, Tim Inafis Polres Trenggalek bersama tenaga medis melakukan pemeriksaan luar terhadap jenazah di lokasi sekitar pukul 01.30 WIB. Hasil pemeriksaan tidak menemukan indikasi tindak pidana, sehingga peristiwa tersebut dipastikan sebagai kecelakaan kerja.
Jenazah kemudian diserahkan kepada keluarga masing-masing untuk dimakamkan. Operasi pencarian dan evakuasi resmi dinyatakan selesai sekitar pukul 01.45 WIB.
BPBD Trenggalek mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat melakukan pekerjaan penggalian sumur maupun aktivitas lain yang berisiko memicu longsor, terutama pada penggalian dengan kedalaman yang cukup tinggi.
“Kami mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati dan mengutamakan keselamatan saat melakukan aktivitas penggalian,” pungkas Stefanus.












Tinggalkan Balasan