Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) terus memperluas kerja sama globalnya. Kali ini, ITS menggandeng Arizona State University (ASU) dalam upaya strategis mengembangkan industri semikonduktor di Indonesia.

Kesepakatan ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU).

Rektor ITS, Prof Bambang Pramujati, menegaskan bahwa kerja sama ini menjadi langkah penting untuk memulai pengembangan teknologi semikonduktor di Tanah Air.

“Indonesia belum memiliki industri semikonduktor yang mapan, dan ITS ingin menjadi pelopor dalam pengembangannya, mulai dari desain hingga pengujian Integrated Circuit (IC),” ujarnya.









Kolaborasi ini mendapat dukungan penuh dari Konsulat Jenderal AS di Surabaya, Chris Green. Ia menekankan bahwa kerja sama ini tak hanya memperkuat hubungan akademik, tetapi juga berkontribusi pada perekonomian Indonesia dan AS.

Sementara itu, perwakilan dari Kementerian Perindustrian RI, Dr Atong Soedirman, menyatakan bahwa pengembangan industri semikonduktor nasional mencakup berbagai aspek, mulai dari material, desain chip, hingga fabrikasi wafer.

“Indonesia berpotensi membangun rantai industri semikonduktor yang kompetitif dan berkelanjutan,” katanya.

Sebagai bagian dari kerja sama, ITS dan ASU menggelar Semiconductor Technology and IC Design Workshop selama dua hari, menghadirkan pakar IC dari ASU dan perwakilan Cadence.

Workshop ini membahas teknologi terbaru dalam industri semikonduktor dan aplikasi praktis desain IC.

Kolaborasi ini selaras dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs), terutama dalam peningkatan pendidikan serta inovasi industri.

ITS pun berkomitmen memperkuat jejaring internasional guna mempercepat pengembangan teknologi tinggi di Indonesia.