Bacatrend, Surabaya – Di balik keheningan pagi yang mulai merekah di Asrama Haji Sukolilo, sekelompok petugas kesehatan menyingsingkan lengan mereka, bersiap mengemban tanggung jawab besar, memastikan setiap suapan yang masuk ke mulut jemaah aman dan menyehatkan.

Kamis pagi (22/05), petugas dari Balai Besar Karantina Kesehatan memulai tugas mulianya dengan pemeriksaan makanan yang akan disajikan.

Di hadapan mereka, tersaji deretan bahan makanan yang belum tersentuh. Sayur segar, daging berkualitas, hingga bumbu-bumbu khas Nusantara.

Tak ada satu pun yang luput dari perhatian, karena setiap butir nasi, setiap rempah yang menghangatkan kuah, memiliki satu tujuan mulia—menjaga kesehatan para jemaah agar dapat menjalankan ibadah haji dengan tenang.









“Kami mencium, merasakan, dan mengamati dengan saksama. Tidak ada kompromi untuk kesehatan para tamu Allah,” ujar Pudjo Suwanto, Penanggung Jawab Bidang Kesehatan PPIH Embarkasi Surabaya, penuh keteguhan.

Dapur Embarkasi Surabaya adalah tempat yang tak pernah sepi dari hiruk-pikuk perjuangan. Dalam sehari, dapur ini melayani 3-4 kloter jemaah, menyediakan hingga 1.140 porsi makanan, yang tak sekadar lezat, tetapi juga penuh gizi.

Soto yang gurih, sayur asem yang segar, hingga rendang yang kaya akan rempah—semuanya disajikan dengan penuh kehati-hatian dan kasih sayang.

“Kami berkomitmen untuk menyediakan makanan yang sehat dan bergizi agar jemaah dapat beribadah dengan lancar dan terhindar dari gangguan kesehatan akibat makanan,” tegas Pudjo Suwanto.

Petugas kesehatan berjuang dalam senyap, memastikan tak ada risiko infeksi saluran pencernaan, keracunan, ataupun diare.

Mereka tahu, sebagian besar jemaah adalah lansia yang rapuh dan mudah terkena gangguan kesehatan.

Maka, setiap rasa, bau, dan tekstur makanan diuji dengan sepenuh hati, seolah mereka sendiri yang akan mengonsumsinya.

Kesungguhan ini tak sekadar rutinitas. Ini adalah bentuk ibadah, sebuah tanggung jawab yang dijalankan dengan penuh pengabdian.