Bacatrend, Surabaya – Suasana duka menyelimuti orang-orang terdekat Widyasworo Alfauzi, pria ramah yang lebih dikenal sebagai Marley.

Ia bukan sosok besar atau ternama, namun keberadaannya selalu membawa hangat bagi pelanggan warung kopi tempatnya bekerja.

Kini, tawa dan canda itu lenyap, Marley ditemukan tak bernyawa di sebuah kamar hotel di kawasan Pucang Anom Timur, Surabaya, pada Sabtu malam (24/05/2025).

Hari yang tenang berubah menjadi penuh kesedihan ketika Hasan Tiro, sahabat sekaligus rekan Marley, menemukan jasadnya dalam kondisi mengenaskan.









Tubuh yang membiru, leher yang bengkak, sebuah pemandangan yang membuat Hasan tercekat dalam duka dan keterkejutan.

“Saya terakhir komunikasi sama Marley hari Kamis, lewat telepon. Setelah itu, nggak bisa dihubungi lagi. Karena khawatir, saya akhirnya ke hotel tempat dia menginap,” tutur Hasan dengan suara bergetar, masih sulit menerima kenyataan pahit ini.

Saat pintu kamar nomor 8110 akhirnya dibuka dengan bantuan petugas hotel, sebuah kenyataan menyakitkan terpampang di depan mata. Marley tak lagi bernapas, raganya telah terbaring kaku dalam kesunyian yang pilu.

Duka semakin menjadi-jadi ketika seorang perempuan tiba di lokasi, menangis histeris, tak kuasa membendung kesedihan.

Dialah calon istri Marley, seseorang yang seharusnya tengah sibuk mempersiapkan hari bahagia mereka. Namun takdir berkehendak lain. Pernikahan yang mereka impikan berubah menjadi perpisahan yang menyayat hati.

Pihak kepolisian dari Polsek Gubeng segera melakukan olah tempat kejadian perkara. Ipda Didik, Perwira Pengawas Polsek Gubeng, mengungkapkan bahwa hingga saat ini, belum ditemukan indikasi kekerasan atau penyalahgunaan obat-obatan yang menjadi penyebab kematian Marley.

“Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan maupun penggunaan zat berbahaya. Namun, penyelidikan masih terus berlanjut,” ujar Ipda Didik, memastikan bahwa pihaknya akan mencari jawaban pasti atas kepergian Marley yang mendadak ini.

Saat ini, jenazah Marley telah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim untuk menjalani proses visum. Sementara itu, jajaran Reskrim Polsek Gubeng terus bekerja mengungkap teka-teki di balik tragedi ini.

Di tengah duka yang mendalam, harapan satu-satunya bagi keluarga dan orang-orang yang menyayangi Marley adalah mendapatkan jawaban atas misteri ini—agar kepergiannya tidak hanya meninggalkan luka, tetapi juga kepastian.