Tragis! Hendak Menyelundup Haji Lewat Gurun Pasir, Satu Warga Madura Tewas Kehausan
Bacatrend, Arab Saudi – Gurun pasir yang luas dan sunyi menjadi saksi bisu perjuangan tiga Warga Negara Indonesia (WNI) yang berusaha menembus batas menuju tanah suci Makkah.
Di tengah teriknya matahari dan gersangnya tanah tandus, langkah mereka yang penuh harapan berubah menjadi perjalanan yang tragis.
Dehidrasi menggerogoti tubuh mereka, menyisakan kelemahan yang tak tertahankan. Hingga akhirnya, saat bantuan datang, satu di antara mereka—SM—telah berpulang, meninggalkan dua rekannya, J dan S, yang masih bertahan dalam kondisi mengenaskan.
Semula, mereka bersama 10 WNI lainnya berupaya memasuki Makkah tanpa dokumen resmi. Namun, takdir berkata lain.
“Mereka terkena razia dan diusir ke Jeddah,” ujar pihak Konsulat Jenderal RI (KJRI) di Jeddah.
Tetapi impian untuk menginjakkan kaki di Kota Suci terlalu kuat untuk diredam. SM, J, dan S memilih kembali, melewati jalur berbahaya, menyewa taksi gelap yang menjanjikan akses tanpa gangguan.
Namun, janji itu hanyalah ilusi. Sopir taksi, ketakutan tertangkap aparat, tiba-tiba menghentikan kendaraan di tengah hamparan gurun dan memaksa mereka turun, meninggalkan mereka begitu saja, tanpa arah, tanpa harapan.
Saat matahari semakin meninggi, tubuh mereka melemah. Napas mulai berat, langkah tertatih. Hingga akhirnya, pesawat drone milik aparat keamanan menemukan mereka, meski terlambat untuk satu nyawa.
SM telah mengembuskan napas terakhirnya, kalah dalam pertarungan melawan panas yang kejam.
“Diduga kuat akibat dehidrasi,” demikian laporan resmi dari otoritas setempat. Sementara itu, J dan S diselamatkan, dibawa ke rumah sakit, meski akhirnya tetap diusir kembali ke Jeddah.
Jenazah SM kini berada di rumah sakit di Makkah, menunggu proses visum sebelum dimakamkan. Pihak KJRI Jeddah telah menghubungi keluarganya di Madura, menyampaikan duka yang mendalam.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi mereka yang bercita-cita menuju tanah suci tanpa prosedur yang sah.
“Marilah kita bijak dalam menyikapi perintah Allah untuk berhaji, jangan sampai uang hilang haji melayang,” ujar Konjen RI di Jeddah, Yusron B Ambary.
Gurun pasir tetap sunyi, tapi air mata sudah jatuh di atasnya. Perjalanan menuju Makkah yang diimpikan banyak orang telah merenggut nyawa, menjadi kisah pilu yang tidak akan mudah dilupakan.











Tinggalkan Balasan