Berapa Banyak Daging yang Aman Dikonsumsi dalam Sehari? Ini Kata Para Ahli!
Bacatrend, Surabaya – Daging merupakan sumber protein yang penting bagi tubuh, tetapi konsumsi berlebihan dapat meningkatkan kadar kolesterol dan risiko penyakit jantung.
Para ahli kesehatan menyarankan agar konsumsi daging merah dibatasi untuk menjaga kesehatan tubuh.
Menurut Hello Sehat, batas aman konsumsi daging merah adalah 50–70 gram per hari atau 350–500 gram per minggu.
Sementara itu, mengutip pendapat dokter spesialis penyakit dalam, dr. Faisal Parlindungan, yang menyebutkan bahwa kebutuhan pangan hewani, termasuk daging sapi, berkisar antara 70–140 gram per hari, sedangkan daging kambing sekitar 65–135 gram per hari.
Mengapa konsumsi daging perlu dibatasi?
Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung. Daging merah mengandung lemak jenuh yang dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL), yang berkontribusi pada penyumbatan pembuluh darah dan meningkatkan risiko penyakit jantung.
Memicu Risiko Kanker. Studi yang diterbitkan dalam Nutrition and Cancer (2013) menunjukkan bahwa cara memasak daging merah dengan suhu tinggi atau dibakar hingga gosong dapat memicu senyawa karsinogen yang berpotensi menyebabkan kanker kolorektal.
Berikut beberapa mekanisme yang menyebabkan risiko kanker meningkat:
Pembentukan Senyawa Karsinogenik Saat daging dimasak dengan suhu tinggi, terutama dengan cara dibakar atau digoreng, senyawa seperti Hidrokarbon Aromatik Polisiklik (HAP) dan Amin Heterosiklik (AHC) terbentuk. Kedua senyawa ini telah dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker.
Kerusakan DNA dalam Makanan Penelitian menunjukkan bahwa memasak makanan dengan suhu tinggi dapat merusak DNA dalam makanan.
Ketika dikonsumsi, DNA yang rusak ini dapat berinteraksi dengan sel tubuh dan berpotensi menyebabkan mutasi genetik yang memicu kanker.
Akrilamida dalam Makanan Bertepung Makanan bertepung yang dimasak dengan suhu tinggi, seperti kentang goreng dan roti panggang, dapat menghasilkan akrilamida, senyawa yang telah dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker dalam penelitian pada hewan.
Pembentukan PAH dan HCA pada Daging Heterosiklik Amin (HCA) dan Polisiklik Aromatik Hidrokarbon (PAH) terbentuk saat daging dimasak dengan suhu tinggi, terutama dengan cara dipanggang atau digoreng.
Senyawa ini telah terbukti bersifat mutagenik, yang berarti dapat menyebabkan perubahan DNA dan meningkatkan risiko kanker.
Untuk mengurangi risiko, para ahli menyarankan metode memasak yang lebih sehat, seperti merebus atau mengukus, serta menghindari makanan yang terlalu gosong.
Selain itu, mengonsumsi makanan kaya antioksidan seperti sayuran dan buah-buahan dapat membantu melindungi tubuh dari efek buruk senyawa karsinogenik.
Meningkatkan Risiko Hipertensi dan Diabetes – Konsumsi lemak berlebihan dari daging merah dapat meningkatkan tekanan darah dan risiko diabetes.
Para ahli menyarankan agar konsumsi daging dikombinasikan dengan sayuran hijau dan buah-buahan untuk menyeimbangkan asupan nutrisi dan mengurangi dampak negatif dari lemak jenuh dan kolesterol











Tinggalkan Balasan