Bacatrend, Surabaya – Setiap tanggal 14 Juni, Indonesia memperingati Hari Purbakala Nasional, sebuah momen penting yang menandai komitmen bangsa dalam melestarikan warisan sejarah dan budaya.

Tahun ini, peringatan tersebut memasuki usia 112 tahun, sejak pertama kali ditetapkan pada 1913 oleh Pemerintah Hindia Belanda melalui pembentukan Oudheidkundige Dienst in Nederlandsch-Indie atau Jawatan Purbakala.

Sejarah dan Perkembangan Hari Purbakala
Kesadaran terhadap pelestarian peninggalan purbakala di Indonesia sebenarnya sudah muncul sejak abad ke-18, meskipun awalnya bersifat individu.

Seiring waktu, aktivitas ini berkembang menjadi kegiatan kolektif yang dilakukan oleh kelompok pemerhati sejarah dan peninggalan kuno.









Pada 14 Juni 1913, Pemerintah Hindia Belanda secara resmi membentuk Jawatan Purbakala, yang menjadi tonggak awal institusionalisasi kegiatan pelestarian benda dan situs purbakala di Nusantara.

Setelah Indonesia merdeka, pada 1951, beberapa jawatan purbakala digabungkan menjadi Dinas Purbakala, dan pada 1953, lembaga ini untuk pertama kalinya dipimpin oleh seorang tokoh pribumi, R. Soekmono, seorang arkeolog terkemuka.

Perubahan terus berlangsung, termasuk restrukturisasi organisasi pada 1975, yang memisahkan fungsi pelestarian dan penelitian menjadi Direktorat Sejarah dan Purbakala (DSP) serta Pusat Penelitian Purbakala dan Peninggalan Nasional (P4N).

Perlindungan hukum pun diperkuat, dari peraturan era kolonial hingga menjadi Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1992, yang kemudian diperbarui melalui Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya.

Hari Purbakala Nasional bukan sekadar peringatan seremonial, tetapi juga momentum untuk menumbuhkan kesadaran publik akan pentingnya pelestarian warisan budaya bangsa.

Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk merayakan hari ini antara lain:

Mengunjungi situs-situs bersejarah seperti candi, museum, atau tempat peninggalan purbakala untuk memahami lebih dalam sejarah bangsa.

Mengikuti diskusi atau seminar bersama akademisi, arkeolog, atau pegiat sejarah untuk membahas peran cagar budaya dalam pembangunan karakter bangsa.

Menggelar pameran seni dan budaya yang menampilkan artefak, lukisan, atau karya seni yang terinspirasi oleh peninggalan purbakala.

Menyelenggarakan lomba edukatif seperti menulis, menggambar, atau membuat video dokumenter tentang sejarah dan arkeologi.

Menyebarkan informasi di media sosial tentang pentingnya pelestarian cagar budaya agar semakin banyak orang yang peduli terhadap warisan sejarah.

Hari Purbakala Nasional adalah pengingat bahwa sejarah bukan sekadar masa lalu, tetapi juga fondasi bagi masa depan.

Dengan menjaga dan merawat peninggalan purbakala, kita turut berkontribusi dalam membangun identitas nasional yang kuat dan berkelanjutan.