PMII Jatim Gelar Debat Perdana, Tantangan Kaderisasi di Era Digital
Bacatrend, Surabaya – Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Timur menggelar debat perdana bagi calon Ketua Umum dan Ketua KOPRI PKC PMII Jatim di Pendopo Bupati Bangkalan, Madura, Jawa Timur.
Acara ini menjadi momentum penting dalam proses regenerasi kepemimpinan organisasi, menghadirkan gagasan dan strategi baru untuk menjawab tantangan zaman.
Diselenggarakan oleh Badan Pekerja Konkoorcab (BPK), debat ini mengangkat tema “Kaderisasi, Kepemimpinan, dan Teknologi”, isu krusial yang semakin relevan dalam menghadapi era disrupsi digital.
Sekretaris Umum PKC PMII Jatim, Sholikhul Hadi, menekankan bahwa pilihan tema debat kali ini bukan tanpa alasan—tiga aspek tersebut adalah fondasi utama bagi perkembangan PMII ke depan.
“Kaderisasi, kepemimpinan, dan teknologi merupakan elemen kunci dalam membangun organisasi yang adaptif. Kita tak bisa mengabaikan peran teknologi jika ingin tetap relevan dan berdaya saing,” ungkap pria asal Gresik ini.
Hadi mengutip laporan Global Skills Report 2025, yang menunjukkan bahwa Indonesia masih tergolong rendah dalam pemanfaatan teknologi digital untuk pengembangan kapasitas organisasi.
“Hal ini harus menjadi perhatian serius. Pemimpin PMII Jatim ke depan harus bisa menjawab tantangan tersebut dengan inovasi berbasis teknologi,” ujarnya.
Teknologi sebagai Pilar Kaderisasi
Lebih lanjut, Hadi menjelaskan bahwa penguasaan teknologi akan menjadi faktor penentu dominasi di berbagai bidang, mulai dari ekonomi, politik, hingga sosial.
“Siapa yang menguasai teknologi, dialah yang akan memimpin. PMII harus berperan sebagai pelopor dalam membentuk kader yang adaptif dan siap menghadapi tantangan zaman,” tandasnya.
Tak hanya retorika, ia mengingatkan para kandidat untuk menyampaikan solusi konkret dalam mengembangkan sistem kaderisasi berbasis digital.
“Debat ini bukan sekadar ajang kampanye, tetapi uji substansi. Bagaimana mereka merancang kaderisasi berbasis teknologi, memperkuat kepemimpinan, dan memanfaatkan digitalisasi untuk pergerakan yang lebih luas,” tegasnya.
Visi PMII Jatim Menuju Gerbang Baru Nusantara
Debat ini menjadi langkah awal dalam menentukan pemimpin PMII Jatim yang akan membawa organisasi ke arah yang lebih progresif.
Para peserta Konfercab diharapkan dapat menilai visi dan program kerja para kandidat sebelum memilih pemimpin yang akan menjabat periode 2025-2027.
“Kita membutuhkan pemimpin yang tidak hanya memahami Aswaja dan nilai-nilai ke-NU-an, tetapi juga memiliki wawasan teknologi yang kuat serta siap bersaing di tingkat nasional,” tutur Hadi.
Dengan dihadiri ratusan kader PMII dari berbagai daerah di Jawa Timur, acara ini menjadi ajang bagi para kandidat untuk memaparkan visi, gagasan, dan strategi mereka dalam membangun PMII yang lebih inklusif dan inovatif di era digital.
Siapa pun yang terpilih nantinya, PMII Jatim dipastikan akan memasuki babak baru dalam menghadapi tantangan teknologi dan kepemimpinan masa depan.











Tinggalkan Balasan