Bacatrend, Banyuwangi – Malam di Banyuwangi seharusnya membawa ketenangan—angin yang berhembus dari laut, suara riak sungai yang mengalir pelan, dan bintang-bintang yang menggantung di langit.

Tetapi pada Senin malam lalu keheningan itu pecah oleh temuan yang menggetarkan hati warga.

Seorang bocah berusia enam tahun, Achmad Abu Ghazi, ditemukan tak bernyawa, mengapung di Sungai Sobo, jauh dari tempat ia terakhir terlihat.

Jaraknya 2,8 kilometer dari titik ia tenggelam—sebuah perjalanan tanpa kembali, ditelan arus yang tak bersuara.









Ketika warga melihat sosok kecil mengapung di Pantai Wonosari, segera mereka menghubungi tim SAR.

Tak ada lagi jeritan, tak ada lagi tangisan, hanya air yang memeluknya dalam diam.

Perjuangan Pencarian di Aliran Deras Koordinator Pos SAR Banyuwangi, Wahyu Setia Budi, mengisahkan betapa pencarian dilakukan dengan teknik Tubing—memanfaatkan ban dalam besar agar bisa menyusuri sungai yang deras dan penuh rintangan.

“Kami menerjunkan lima personel untuk mencari korban. Sungai ini tidak memungkinkan penggunaan perahu karet karena banyak batang bambu, pohon tumbang, dan sampah yang menghambat jalur,” ungkapnya.

Sepanjang hari, tim SAR gabungan berjuang melawan arus, berharap bisa menemukan tanda-tanda keberadaan bocah malang itu.

Sementara mereka menyisir sungai, tim lain menyebarkan informasi kepada warga sekitar, memohon bantuan jika ada yang melihat sosok kecil yang hilang.

Malam yang Menjawab Segala Pertanyaan Saat jenazah ditemukan dan dievakuasi, waktu terasa berjalan lebih lambat.

Tubuh kecil itu kini dalam pelukan keluarganya—bukan lagi oleh arus yang membawanya pergi. Mata-mata yang melihatnya tak bisa menyembunyikan kesedihan.

Dalam momen itu, satu hal menjadi jelas: bahwa peristiwa ini bukan sekadar berita, tetapi sebuah kehilangan yang meninggalkan luka di hati mereka yang mengenalnya.

Keberhasilan pencarian ini tak lepas dari upaya keras banyak pihak—Pos SAR Banyuwangi, BPBD, Polsek Kota Banyuwangi, Koramil, Damkar, Satpolairud, Tagana, Agen Info Bencana, Ambulance Rescue, serta warga sekitar yang turut membantu.

Mereka bukan hanya tim pencari, tetapi saksi dari sebuah tragedi yang mengingatkan betapa rapuhnya kehidupan.

Sungai Sobo kembali tenang malam itu, tetapi bagi keluarga Achmad Abu Ghazi, air yang mengalir tak lagi sama.

Ia telah kembali ke rumahnya—tetapi tidak seperti yang mereka bayangkan. Dan di langit Banyuwangi, bintang-bintang menyaksikan sebuah kehilangan yang tak akan terhapus oleh waktu.