Bacatrend, Surabaya – Langit Nusantara menjadi saksi bisu peristiwa mendebarkan yang dialami ratusan jemaah haji asal Jember dan Bondowoso, Jawa Timur. Sabtu siang (21/06/2025), pesawat Saudi Airlines SV 5688 yang mengangkut 380 jemaah itu mendadak harus mengubah haluan.

Di tengah harapan mereka untuk segera menginjakkan kaki di kampung halaman usai menunaikan rukun Islam kelima, kabar mengerikan menerpa: terdeteksi adanya dugaan teror bom di dalam pesawat.

Pesawat itu pun harus menepi lebih awal di Bandara Kualanamu, Medan, demi menjamin keselamatan seluruh penumpang. Suasana di kabin seketika berubah.

Meski para jemaah nyaris tak menyadari apa yang sebenarnya terjadi, detak jantung mereka seolah berhenti sejenak kala pesawat mendarat darurat. Tak sedikit yang memeluk erat tas kecil berisi dokumen penting dan air zamzam yang mereka bawa pulang sebagai oleh-oleh penuh berkah.









“Alhamdulillah, seluruh penumpang selamat, sehat, dan saat ini sudah dievakuasi ke hotel yang disediakan pihak maskapai,” tutur Sugiyo, Sekretaris PPIH Debarkasi Surabaya, dengan nada lega.

Sugiyo pun mengimbau keluarga jemaah untuk tetap tenang menunggu kepulangan para pahlawan spiritual ini.

“Semua baik-baik saja, hanya jadwal kepulangan mereka yang sedikit tertunda,” imbuhnya menenangkan.

Kabar soal ancaman teror tersebut diterima dari pihak Angkasa Pura. Diduga, ini berkaitan dengan jaringan yang sama yang sebelumnya membuat geger jemaah haji debarkasi Jakarta pekan lalu.

Bahkan, informasi awal menyebut pelakunya berjejak hingga ke India. Meskipun demikian, koordinasi sigap dari pihak keamanan dan maskapai berhasil memastikan tak ada sebutir pun nyawa yang melayang.

Kini, setelah melewati ujian mendebarkan di langit, jemaah haji kloter 33 dijadwalkan terbang kembali pada Minggu dini hari pukul 03.00 WIB, dan diperkirakan akan mendarat di Bandara Internasional Juanda Surabaya pukul 07.00.

Hingga Sabtu sore, sebanyak 34 kloter jemaah haji telah diterima Debarkasi Surabaya. Namun kejadian ini akan tercatat sebagai salah satu kisah penuh haru: betapa langit dan bumi bersatu menjaga mereka yang pulang membawa doa-doa dari Tanah Suci.