Bacatrend, Jakarta — Di tengah riuh ulang tahun ke-64 Presiden ke-7 RI Joko Widodo di Solo, sebuah babak baru politik justru dibuka oleh sang putra bungsu, Kaesang Pangarep. Dengan percaya diri dan dukungan mayoritas DPW dan DPD, Kaesang resmi mendaftarkan diri sebagai calon Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), menandai ambisinya untuk kembali memimpin partai berlambang mawar merah itu.

Namun yang lebih menarik bukan hanya pencalonan itu sendiri, melainkan bayang-bayang sang ayah yang sempat dikabarkan akan ikut bersaing dalam bursa ketua umum PSI. Desas-desus itu akhirnya ditepis langsung oleh Kaesang. “Ndak mungkin bapak dan anak saling berkompetisi,” ujarnya sambil tersenyum dalam konferensi pers di DPP PSI.

Kaesang mengaku telah berdiskusi intens dengan Jokowi selama seminggu di Solo. Ia meyakinkan sang ayah bahwa sudah saatnya generasi muda mengambil peran utama dalam politik nasional. “Anak muda bukan pemimpin masa depan, tapi pemimpin masa kini,” tegasnya.

Jokowi sendiri, meski sempat mempertimbangkan, akhirnya memilih untuk tidak mendaftar. Ia menyebut tak ingin mengambil risiko kalah dalam kontestasi internal partai yang kini dipimpin anaknya sendiri. Keputusan ini sekaligus meredam spekulasi soal kemungkinan Jokowi bergabung dengan PSI, meski kedekatannya dengan partai tersebut sudah lama menjadi sorotan publik.









Langkah Kaesang ini bukan hanya soal regenerasi, tapi juga simbol pergeseran kekuasaan yang elegan dalam lingkup keluarga dan partai. Ia berjanji membawa PSI menembus parlemen pada 2029 dan memperbanyak kader yang duduk sebagai kepala daerah