Ngopi di Jam Piket, Petugas Puskemas Bangkalan Jadi Simbol Krisis Layanan Kesehatan
Bacatrend, Bangkalan — Di tengah malam yang seharusnya menjadi waktu tenang bagi pasien untuk beristirahat dan petugas kesehatan berjaga, sebuah video viral justru mengungkap kenyataan yang mencengangkan: loket obat di Puskesmas Kwanyar kosong selama dua jam, sementara petugasnya kedapatan asyik ngopi di warung kopi tak jauh dari lokasi.
Video yang diunggah akun @bangkalanterkini itu memperlihatkan keluarga pasien kebingungan menunggu obat sejak pukul 22.00 hingga tengah malam. “Sudah dua jam kami menunggu, tapi tidak ada petugas,” ujar perekam dalam video tersebut. Tak lama, publik pun bereaksi keras. Warganet mengecam kelalaian yang dianggap mencoreng wajah pelayanan publik.
Wakil Bupati Bangkalan, Moh Fauzan Jakfar, turun langsung ke lokasi. Ia menyebut kejadian ini sebagai pelanggaran serius. “Ini kejadian fatal dan tidak boleh terjadi lagi di puskesmas mana pun,” tegasnya.
Fauzan mengungkap bahwa petugas yang bersangkutan mengaku keluar karena mengantuk dan memutuskan ngopi setelah listrik padam. “Ruangan pelayanan obat dikunci dan ponselnya tidak dibawa. Ini sangat disayangkan,” tambahnya.
Petugas yang terlibat diketahui berstatus honorer dan sedang piket seorang diri. Kepala Dinas Kesehatan Bangkalan, Nur Hotibah, menyatakan akan memberikan surat peringatan dan pembinaan menyeluruh. “Kami mohon maaf atas kelalaian ini. Ini tidak boleh terulang,” ujarnya.
Fauzan menegaskan bahwa sanksi tegas akan dijatuhkan. “Sanksi paling berat adalah mutasi. Petugas tersebut tidak akan lagi bekerja di puskesmas itu,” katanya dengan nada kecewa.
Kejadian ini menjadi cermin bahwa pelayanan kesehatan bukan sekadar soal obat dan administrasi, tapi juga soal empati dan tanggung jawab. Di tengah upaya reformasi layanan publik, satu cangkir kopi di warkop bisa menjadi simbol runtuhnya kepercayaan—jika tidak disertai kesadaran akan tugas yang diemban.











Tinggalkan Balasan