Di Ujung Penantian, Ratusan Jemaah Haji Banyuwangi dan Pamekasan Tertahan di Jeddah karena Perang
Bacatrend, Surabaya – Langit malam di Surabaya seharusnya menjadi saksi kepulangan ratusan jemaah haji asal Banyuwangi dan Pamekasan. Senyuman penuh rindu sudah disiapkan para keluarga di Asrama Haji Sukolilo, Rabu (tanggal lengkap), sekitar pukul 22.00 WIB. Namun, harapan itu seketika tertunda.
Kabar tak terduga datang: kloter 43 dan 44 Debarkasi Surabaya tak kunjung tiba. Penerbangan dari Jeddah dibatalkan. Alasannya: keamanan di kawasan Timur Tengah yang sedang tidak menentu.
Di sudut-sudut asrama, wajah-wajah penuh tanya mengarah ke pintu gerbang. Mata-mata itu menanti kabar baik, berharap segera memeluk erat orang-orang tersayang yang telah berjuang menunaikan rukun Islam kelima. Namun apa daya, takdir berkata lain untuk sementara.
“Penerbangan dua kloter ini dibatalkan demi keselamatan, karena situasi di sana tidak mendukung,” ujar Sugiyo, Sekretaris PPIH Debarkasi Surabaya, menenangkan keluarga yang mulai gelisah.
Sugiyo memastikan, seluruh jemaah dalam kondisi sehat dan aman. Mereka kini menempati hotel berbintang dengan segala fasilitas terbaik yang disiapkan oleh maskapai Saudia Airlines. Makanan hangat, tempat tidur nyaman, dan layanan penuh perhatian menjadi teman setia di tengah penantian mereka.
“Kami mohon keluarga jemaah bersabar. Seluruh jemaah dalam kondisi baik. Keselamatan mereka jadi prioritas utama. Kami terus berkoordinasi agar mereka segera bisa pulang,” tambah Sugiyo, dengan suara yang berusaha meneduhkan hati yang gelisah.
Sementara di Tanah Suci, ratusan jemaah itu menahan rindu pada tanah air. Doa-doa terus terucap, semoga segera ada kepastian. Mereka menatap langit malam Jeddah, membayangkan wajah-wajah tercinta yang menanti dengan penuh harap di tanah kelahiran.
Dan di Surabaya, malam kian larut. Rindu tetap membuncah. Semua berharap, penantian ini segera berakhir dengan pelukan hangat di pintu kedatangan.











Tinggalkan Balasan